Warga Dusun Pidandang Gedor Kantor Desa Sepakek

PROTES RASKIN: Puluhan warga Dusun Pidandang, Desa Sepakek, Kecataman Pringgarata, Lombok Tengah, saat menyampaikan aksi protesnya terkait pengurangan beras miskin di kantor Desa Sepakek, Kamis (19/6). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
PROTES RASKIN: Puluhan warga Dusun Pidandang, Desa Sepakek, Kecataman Pringgarata, Lombok Tengah, saat menyampaikan aksi protesnya terkait pengurangan beras miskin di kantor Desa Sepakek, Kamis (19/6). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
PROTES RASKIN: Puluhan warga Dusun Pidandang, Desa Sepakek, Kecataman Pringgarata, Lombok Tengah, saat menyampaikan aksi protesnya terkait pengurangan beras miskin di kantor Desa Sepakek, Kamis (19/6). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Puluhan warga Dusun Pidandang, Desa Sepakek, Kecataman Pringgarata, Lombok Tengah, mendatangi kantor Desa Sepakek, Kamis (19/6), sekitar pukul 10.00 Wita.

Kedatangan puluhan warga itu tak lain untuk menyampaikan aksi protesnya terkait dengan jatah pembagian beras miskin (Raskin) bagi masyarakat yang mengalami pengurangan sebanyak 2 kilo gram per kepala keluarga (KK). Yang sebelumnya dari 7 kg per KK, kini berkurang menjadi 5 kg per KK.

Salah seorang warga Dusun Pidandang, Aspari mengatakan, jatah raskin untuk masyarakat Dusun Pidandang sebanyak 3,7 ton itu, diperuntukkan kepada 298 KK, dengan jatah raskin yang sebelumnya sebanyak 7 kg per KK. Tapi, kini masyarakat dibagikan jatah raskin sebanyak 5 kg untuk masing-masing KK.

Berkaitan dengan pengurangan jatah raskin itu, tentunya membuat masyarakat di Dusun Pidandang tidak setuju. Lebih-lebih pengurangan jatah raskin itu dilakukan dengan tanpa adanya musyawarah secara resmi oleh pihak pemerintah desa (Pemdes) setempat.

Itu sebabnya, puluhan warga Dusun Pidandang ini mendatangi kantor Desa Sepakek untuk mempertanyakan persoalan tersebut. Artinya, sisa jatah raskin sebanyak 2 kg per KK tersebut dikemanakan. ‘’Kalau kita kalkulasikan, 2 kg kali 298 KK maka jumlahnya sebanyak 596 kg. Sisa raskin sebanyak 596 kg itu dikemakan, ini yang perlu kita ingin tahu kemana arahnya,’’ kata Aspari kepada wartawan disela-sela orasi di depan kantor Desa Sepakek, Kamis (19/6).

Sementara itu, Sahrim yang merupakan kader Posyadu dan selaku petugas pembagi raskin di Dusun Pidandang mengatakan, pengurangan jatah raskin itu dilakukan karena ada yang menikah, sehingga jumlah warga penerima raskin menjadi bertambah yang secara otomatis akan berdampak pada pengurangan jatah raskin. Yang sebelumnya 7 kg per KK berkurang menjadi 5 kg per KK. Hal ini juga dilakukan semata-mata demi pemerataan dalam menikmati raskin tersebut.

‘’Dari hasil pembagian raskin untuk Dusun Pidandang yang 3,7 ton itu, ada sisa sekitar 21 karung. Itu dijual untuk biaya operasional dan sebagian disumbangkan ke masjid sebagai amal masyarakat dan juga untuk membayar kekurangan beras tersebut,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sepakek, Mustakim  mengatakan, secara aturan beras miskin (raskin) yang diberikan oleh Bulog itu, jumlahnya dalam satu karung dipastikan beratnya 15 kg. Tapi, mulai dari pengisian di gudang Bulog hingga pendistribusian ke desa tersebut, dalam satu karung juga terjadi kekurangan berat, sehingga tidak pas beratnya 15 kg per karung.

‘’Kalau kita timbang, bisa saja beratnya 14,5 kg per karung. Apalagi ada buruh yang nakal menggunakan gacu. Sehingga, untuk menutupi kekurangan raskin itu, ya uangnya dari itu juga,’’ katanya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *