BPBD Sebut Ada 20 Titik Kekeringan di KLU

2 minutes reading
Tuesday, 24 Jun 2014 19:38 0 465 Editor

KLU, Lomboktoday.co.id – Ancaman kekeringan kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hingga Juni tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU menyebutkan sedikitnya terdapat 20 titik kawasan rawan krisis air bersih yang kini dalam penanganan.

‘’Sampai bulan ini, kita baru mendeteksi sekitar 20 titik rawan kekeringan. Sebagian besar terkosentrasi di tiga kecamatan, diantaranya; Kecamatan Bayan, Kayangan dan beberapa daerah di Kecamatan Tanjung,’’ kata Kepala BPBD KLU, Iwan Maret Asmara kepada wartawan di ruang kejanya, Selasa (24/6).

Terhadap kondisi tersebut, Iwan mengaku pihaknya telah melakukan upaya penangan sejak awal, mulai dari pendistribusian bak penampunagn air, hingga suplai air bersih berkoordinasi dengan lintas SKPD terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas PU dan Kantor Lingkungan Hidup (KLH).

‘’Penanganannya sudah kita lakukan sejak Januari lalu. Permintaan akan air bersih dari masyarakat cukup tinggi. Bahkan bisa mencapai 16 tangki per harinya. Untuk kebutuhan air, kita ambil dari PDAM  dan mata air Mumbul Sari,’’ ungkapnya.

Iwan menjelaskan, kebutuhan air bersih yang telah terdistribusi hingga pertengahn tahun ini mencapai 480 tangki. Dan diperkirakan permintaan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, terlebih saat kekeringan sampai pada titik paling parah.

Sementara itu, Direktur PDAM KLU, H Suhaili saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya siap membantu kebutuhan suplay air bersih warga yang terkena imbas dari kemarau panjang tahun ini. Termasuk menyediakan tambahan armada angkut.

‘’Air bersih sudah kita siapkan. Kita siap berkoordinasi dengan BPBD dan ikut aktif dalam proses pendistribusian,’’ katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan semua suplai air bersih tersebut, BPBD harus membayar Rp50 ribu untuk satu tangki air bersih kepada PDAM. Sementara untuk pengisian satu tangki air bersih yang diambil dari mata air Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, BPBD hanya membayar Rp10 ribu saja, sesuai dengan yang diatur dalam Perdes Desa setempat.(DNU)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA