Pelaku Kasus Penggelapan Mobil Kok Dibebaskan?

500
KTP: Dirham selaku pengelola Surya Rent Car menunjukkan kopian KTP yang dipergunakan pelaku insial Top dalam menyewa mobil. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
KTP: Dirham selaku pengelola Surya Rent Car menunjukkan kopian KTP yang dipergunakan pelaku insial Top dalam menyewa mobil. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
KTP: Dirham selaku pengelola Surya Rent Car menunjukkan kopian KTP yang dipergunakan pelaku insial Top dalam menyewa mobil. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Ketua Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FORMAPI) NTB, Ihsan Rhamdani mendatangi Mapolres Loteng, Senin (30/6).

Ihsan Rhamdani dating ke Mapolres Loteng mendampingi Dirham, warga Kampung Jawa, Kelurahan Praya, Lombok Tengah, untuk mempertanyakan atas dibebaskannya pelaku penipuan dan penggelapan mobil inisial Top alias Sam (30 tahun), warga Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, oleh pihak kepolisian. Pasalnya, Dirham selaku pengelola Surya Rent Car tidak terima atas dibebaskannya pelaku penipuan dan penggelapan mobil tersebut.

Dirham kepada wartawan di Mapolres Loteng menjelaskan kronologis kejadiannya. Pada 31 Desember 2013 lalu, pelaku inisial Top di KTP-nya merupakan warga Desa Langko, Kecamatan Janapria, menyewa mobil Avanza selama dua hari di Surya Rent Car miliknya. Tapi setelah ditunggu-tunggu selama dua hari, pelaku tidak memberikan informasi apa pun kepada pihak rent car.

‘’Saya mencoba mengubungi nomor HP-nya, tapi saat itu tidak aktif. Kemudian saya menerima SMS dari pelaku Top bahwa mobil yang disewa itu sudah digadai oleh pelaku inisial LK di Lembar,’’ kata Dirham.

Kebetulan, sebelumnya pelaku juga sudah pernah menyewa mobil atas nama inisial Sam, warga Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur. Bahkan, nomor HP pelaku pun telah disimpan oleh korban atas nama insial Sam.

Korban pun mencari keberadaan pelaku inisial Top di Desa Langko, namun tidak ada yang bernama Top (inisial, Red). Setelah melakukan pencarian di Desa Sengkerang, korban pun menemukan pelaku inisial Top pada minggu lalu, tapi namanya ternyata adalah inisial Sam.

‘’Sebelumnya kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Loteng pada tanggal 11 Januari 2014 dengan nomor laporan: TBL/27/1/2014/NTB/Polres Loteng. Setelah kami temukan pelaku inisial Top, karena dia yang menyewa mobil dan dia yang bertanggung jawab. Namun saat ditemukan, yang bersangkutan tidak mau mengaku bahwa dia yang menyewa mobil. Bahkan dia sempat ditahan di Mapolres Loteng selama delapan hari,’’ ungkapnya.

Tapi belakangan, pihak Polres Loteng justeru telah membebaskan pelaku inisial Top dengan alasan karena barang bukti (BB) mobil Avanza tersebut belum ditemukan. Padahal, antara korban dengan pelaku belum ada kesepakatan apa-apa.

‘’Saya merasa dirugikan dengan dibebaskanya pelaku inisial Top ini, karena dia belum mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya ini,’’ ujarnya.

Ketua LSM Formapi NTB, Ihsan Rhamdani mengatakan, pihaknya tadi siang (Senin siang, 30 Juni 2014), sudah melakukan pengecekan Nomor NIK di Dinas Dukcapil Loteng, dan ternyata NIk tersebut atas nama inisial Sam, warga Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, bukan inisial Top, warga Desa Langko.

‘’Jadi, saya menduga ini sudah direncanakan untuk melakukan penipuan dan penggelapan dengan menggunakan nama KTP yang berbeda. Itu sebabnya, kami datang untuk mempertanyakan, kenapa polisi bisa membebaskan pelaku hanya karena barang bukti belum ditemukan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Supriyadi, S.Ik, melalui Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Ketut Tamiana belum bisa dikonfirmasi lantaran sedang menghadiri kegiatan.(ROS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here