Tim Terpadu Siap Tertibkan Bangunan Villa tak Berijin di Sekaroh

Anggota Satpol PP menertibkan villa tak berijin di kawasan Pantai Temeak dan Pantai Pink, Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TERTIBKAN VILLA: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur dibantu dari Polres Lotim, Kodim 1615 Lotim, Kejari Selong, Pengadilan Negeri Selong, Pamswakarsa Amphibi, LSM Gumi Paer dan masyarakat sekitarnya siap untuk menertibkan bangunan atau villa di wilayah Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TERTIBKAN VILLA: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur dibantu Polres Lotim, Kodim 1615 Lotim, Kejari Selong, Pengadilan Negeri Selong, Pamswakarsa Amphibi, LSM Gumi Paer dan masyarakat sekitarnya saat menertibkan bangunan atau villa di wilayah Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur dibantu Polres Lotim, Kodim 1615 Lotim, Kejari Selong, Pengadilan Negeri Selong, Pamswakarsa Amphibi, LSM Gumi Paer dan masyarakat sekitarnya siap untuk menertibkan bangunan atau villa di wilayah Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim.

Penertiban itu dilakukan, karena berdirinya bangunan berupa villa permanen di lokasi tempat wisata tersebut tanpa mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ijin Gangguan (HO) sebagaimana aturan yang telah diberlakukan oleh Pemkab Lotim.

Untuk memantapkan persiapan penertiban bangunan yang tidak berijin di kawasan Sekaroh yang rencananya akan dilakukan pada Sabtu (16/8), maka tim terpadu menggelar rapat persiapan di kantor Satpol PP Lotim, Jumat (15/8), yang dipimpin Kasat Pol PP Lotim, Nurhadi Muis.

‘’Seseuai rencana, kami akan menertibkan beberapa bangunan berbentuk villa permanen yang dibangun tanpa adanya IMB atau HO,’’ kata Nurhadi Muis usai menggelar rapat persiapan penertiban di wilayah Sekaroh.

Nurhadi Muis menjelaskan, bangunan atau villa yang akan ditertibkan itu berjumlah tiga buah yang berdiri di kawasan tempat wisata. Hanya saja tidak dijelaskan secara rinci lokasinya guna mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Begitu juga orang yang membangun berbentuk villa itu, jauh sebelumnya sudah diberikan teguran. Tapi tidak diindahkan, dan tetap melakukan aktivitas. Bahkan untuk satu villa itu saja, harga permalamnya mencapai Rp1,5 juta.

‘’Yang kami tertibkan ini adalah bangunan yang tidak mengontongi IMB dan HO. Sedangkan lapak pedagang di sekitar lokasi, tidak ditertibkan. Dalam penertiban ini, juga di back up oleh Pamswakarsa dan masyarakat sekitarnya,’’ ungkapnya.

Muis menambahkan, dalam penertiban itu, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kalau yang akan ditertibkan adalah bangunan villa yang dibangun di sekitar lokasi wisata, apakah itu milik perusahaan atau perorangan, tetap akan dilakukan. Karena mereka tidak mengantongi ijin. Sedangkan bangunan yang memiliki ijin, tidak akan disentuh atau diotak-atik. Seperti halnya bangunan di Beloam, itu sudah ada ijinnya.

‘’Yang jelas, tugas Satpol PP hanya menjalankan perintah perda dan pimpinan. Dan itu mengacu pada peraturan yang ada. Segala resiko sudah kami antisifasi, sehingga dalam penertiban ini kami melibatkan semua pihak untuk membantu mengamankan jalannya penertiban biar aman,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *