Sales Trip Tiga Kota, BPPD NTB Target Benefit Rp15 M

541

SURABAYA, Lomboktoday.co.id – Perjalanan road show Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB hariketiga, di Surabaya, Jawa Timur, dipadati kalangan buyers wajah baru. Berbeda dengan dua kota sebelumnya (Jakarta dan Bandung), pihak seller-buyer, sudah cukup aktif melakukan transaksi paket wisata. Dari tiga kota, sales trip BPPD NTB ini diharapkanmemberi impact devisa bagi daerah sekitar Rp15 miliar.

Di atas kertas, sales trip yang menghabiskan anggaran Rp150 juta ini, diharapkan mampu memberi umpan balik mendatangkan keuntungan hingga Rp15 miliar. Table topyang digelar di Kota Jakarta, Bandung dan berakhir di Surabaya, Jawa Timur, mampu menghadirkan tidak kurang dari 250 buyers.

Jika masing-masing seller mampu bertransaksi dengan 20buyer saja, maka mampu menghasilkan nilai transaksi hingga Rp100 juta. Dengan kekuatan 15 hingga 20 seller dan sekitar 250 buyer, secara matematis diharapkan bisamendatangkan devisa daerah setidaknya Rp15 miliar.

‘’Ini adalah perkiraan, dari kalkulasi sederhana yang kami lakukan,’’ tegas Ketua BPPD NTB, Taufan Rahmadi di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (23/8).

Selain transaksi langsung, lanjut Taufan, nilai itu bisa saja menjadi lebih besar. Karena, promosi juga dilakukan BPPD NTB melalui sejumlah media lokal di tiga kota besarini. Promosi ini juga diharapkan memberi dampak, terus meningkatnya wisatawan Nusantara ke Lombok-Sumbawa.

‘’Dengan tagline Holiday is Lombok Sumbawa, kami optimis kunjungan wisatawan akan terus meningkat ke Lombok-Sumbawa, terlebih melihat antusias kalangan buyers yang hadir di acara table top kami,’’ jelas Taufan.

Target benefit Rp15 miliar ini, diamini salah seorang seller, Bayu. Menurut Bayu, dua kota yang dilalui sebelumnya sudah memperlihatkan hasil (transaksi, Red) yang pasti. Kondisi ini semakin meyakinkan kalangan seller, table top tiga kota di Jawa dapat mendatangkan devisa cukup besar bagi pemerintah daerah, dan kemajuan ekonomi masyarakat NTB. ‘’Komunikasi kami sudah aktif, dan sudah memperlihatkanhasil. Optimis,’’ ujar Bayu bersemangat.

Seller lain, Suwandi, mengaku Kota Bandung, dinilai menjadi daerah paling potensial wisatawan Nusantara untuk NTB. Dua kota lain seperti Jakarta dan Surabaya, juga cukup potensial. Di Surabaya, table top BPPD NTB dihadiri kalangan travel agent pemain baru (tidak dikenal sebelumnya dari seller Lombok-Sumbawa).

Bagi Suwandi, ini memberi peluang besar dan mendatangkan wisatawan dan transaksi paket wisata paling menjanjikan.  ‘’Banyak agent baru, dan ini peluang dilakukan transaksi lebih banyak,’’ imbuh Suwandi.

Table top hari ketiga di Surabaya, hanya mampu memenuhi target 50 buyer saja. Berbeda dengan dua kota sebelumnya, Jakarta dan Bandung, melampaui target yang disediakan. Namun, kuota buyer untuk tiga kota sekitar 150 buyers mampu melampaui target menjadi lebih dari 250 buyers.

Table Top di kota Surabaya, dihadiri Ketua BPPD Jawa Timur, Bambang Priambodo. Bambang mengaku, agenda table top ini memberi keuntungan sangat positif bagi kemajuan pariwisata Jawa Timur dan Lombok-Sumbawa. BPPD Jawa Timur, juga berencana menggelar agenda yang sama di Lombok dalam upaya memperkenalkan Jawa Timur di NTB.

‘’Silaturahmi dua pihak ini, jelas sangat bermanfaat bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi kedua daerah ini. Saya harap agenda seperti ini terus berlanjut dan saling membuka kerjasama dua daerah ini,’’ tukas Bambang.

Senada dengan Bambang, Sekretaris ASITA Jawa Timur, Nanik, Lombok sudah menjadi tujuan utama wisatawan. Lombok kaya dengan obyek wisata yang indah dan menarik. ‘’Pesan saya, harus intens melakukan promosi. Tanpa promosi Lombok-Sumbawa tidak akan dikenal wisatawan. Dan harus dilakukan terus menerus. Hasil table top hari ini tidak mungkin langsung bisa dinikmati, tapi baru akan terlihat hasilnya beberapa bulan yang akan datang. Atau bahkan setahun lagi,’’pungkas Nanik.(ar/ltd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here