Supir Dum Truk Demo Tuntut Retribusi MBLB Diturunkan

426

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Para supir dum truk melakukan aksi demonstrasi ke pos pemungutan retribusi di Jenggik, Kecamatan Terara, Rabu (27/8). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes para supir dum truk atas kenaikan retribusi Mineral Bukan Logan dan Batu (MBLB) yang dinilai cukup meresahkan para supir dum truk.

Akibat aksi yang dilakukan para supir dum truk itu, menyebabkan arus lalu lintas jurusan Mataram-Labuhan Lombok maupun sebaliknya menjadi terganggu dan macet. Tapi beruntungnya aparat kepolisian dan DLLAJR segera mengatur arus lalu lintas. ‘’Kami melakukan aksi ini karena kami tidak terima atas kenaikan retribusi MBLB yang cukup meresahkan para supir dum truk,’’ teriak para supir.

Saat berorasi, para supir menilai kenaikan retribusi itu sama sekali tidak pernah disosialisasikan sebelumnya. Sehingga pihaknya meminta kepada Pemkab Lotim untuk meninjau kembali kenaikan itu, agar para supir tidak

Kapolsek Terara, IPTU Herman bersama anggotanya turun ke lapangan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut. Ia meminta para supir dum truk untuk menyelesaikan masalah ini dengan duduk bersama.

Kemudian para perwakilan supir dum truk langsung ke Pemkab Lotim untuk meminta penjelasan mengenai permasalahan ini, dengan didampingi anggota Satpol PP Lombok Timur.

Di tempat terpisah, Kasat Pol PP Lotim, Nurhadi Muis mengatakan, memang dalam Perda tidak ada kenaikan tarif. Pemberlakukan tarif tersebut telah sesuai dengan Perda yang ada. Para supir dum truk justeru selama ini membayar semaunya.

Dalam Perda No.10 tahun 2010 tentang pajak daerah dan Perbup tentang nilai standar minimal MBLB. Di sana diatur, sirtu Rp2 ribu per meter kubik, Rp2.500 kerikil, pasir urug Rp2 ribu per meter kubik, Rp1.300 tanah urug, batu gelondongan Rp3 ribu, batu kali Rp3.250, batu apung Rp250 per karung.

‘’Mereka ini membayar semau-maunya. Tapi kami tetap menegakkan Perda. Selama ini, MBLB banyak keluar, sehingga kami melakukan penertiban.

Muis menambahkan, pihaknya sudah mensosialisasikan dengan diberikan foto copy ke mereka. Tapi, mereka tetap saja tidak mentaatinya. Itu sebabnya, ia mengambil sikap tegas dengan melakukan penertiban secara intens beberapa hari ini.

‘’Kalau mereka tidak mau mengikuti aturan kami, maka jangan mengambil di sini. Sampai saat ini, belum ada kesepakatan antara dua pihak,’’ ungkapnya.(SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here