Pengangkatan GTT, Penghargaan Bagi Guru Honor

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sebanyak 719 guru tidak tetap (GTT) Lombok Timur menerima pengarahan dari Kepala Dinas Dikpora Lotim, Yanis Maladi, di Sport Hall GOR Selong, pada Selasa (09/9) lalu.

Dalam pengarahan itu, Yanis menekankan kepada seluruh guru tidak tetap untuk lebih meningkatkankan disiplin dan kinerjanya.

Menurut Yanis, pemerintah daerah dalam hal ini bupati telah menerbitkan SK kepada 719 GTT, tidak lain untuk memberikan penghargaan kepada guru-guru non PNS atas pengabdiannya.

‘’Ini program pemerintah yang dalam hal ini bupati Lotim menjalankan programnya yang pro rakyat, tetapi pro rakyat yang selektif. Artinya, segala sesuatunya akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi harapan pemerintah, manakala sesuai dengan paying hukumnya,’’ katanya.

Diakui memang, tidak semua guru honor menerima SK bupati. Ini semua sudah diseleksi dengan ketat, tidak ada istilah balas jasa tim sukses seperti berita koran hari ini. ‘’Saya berharap silahkan laporkan kepada kami kalau sekiranya nanti dalam penerimaan SK guru-guru dimintai uang.  Kami tidak akan memberi ampun pada oknum yang melakukannya,’’ ungkapnya.

Mengenai SK dobel yang diterima beberapa GTT, diakuinya memang ada. Sebanyak 108 GTT yang menerima SK dari Dinas Dikpora adalah guru honor yang sudah mendapat sertifikasi. Namun, bagi yang menerima SK dobel, maka akan dicabut SK yang berasal dari BKD.

Yang jelas, lanjut Yanis, penerbitan SK bupati kepada GTT aman-aman saja. Tidak ada kepentingan apapun, dan pendidikan merupakan barometer untuk meningkatkan pembangunan di Lombok Timur.

Ketidakpuasan beberapa guru honorer yang tidak terakomodir, memang diakui Yanis, ini semua dikarenakan beberapa guru yang tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Salah satunya adalah kesarjanaannya yang tidak linier dengan akta IV.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Badan Kepegawain Daerah Lotim, Junariono yang mendampingi kadis Dikpora menegaskan, pengambilan SK tidak boleh di wakilkan dan tidak akan dimintai uang dengan alasan apapun.(zw-humas/ltd)

2 Komentar

  1. SuhailiThursday, 18 September 2014 at 19:39Reply

    Assalamualaikum,,,Mohon penjelasannya kepada pemerintah, knapa guru honor di swasta/yayasan di anak tirikan, padahal tujuan kita sama ingin mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, bahkan guru honor GTY sangat berperan di bidang pendidikan sehingga mengurangi angka pengangguran khususnya di lombok, dmna orang yg tidak mampu/miskin bisa menyekolahkan anakx yg mulanya tidak mampu masuk ke sekolah negeri, tolong pemerintah memperhatikan guru2 di swasta bukan berpihak sebelah. terima kasih

  2. Putra MambedaMonday, 13 April 2015 at 15:07Reply

    MENSUKURI ATAS PROGRAM PEMERINTAH LOTIM DAN PEDULI KEPADA GURU YG PENDAPATANNYA KURANG DARI 500.000 RIBU ADA ONGKOS DAN BENSIN KITA MENGAJAR ANAK BANGSA NIN

Leave a Reply