Pepadu Perisaian se-Pulau Lombok Bertarung di Kotaraja

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Suasana meriah mewarnai pembukaan Festival Perisaian Gumi Sasak yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Rabu (10/9).

Acara pembukaan dihadiri para sesepuh Masyarakat Adat Sasak, antara lain Pucuk Wali Paer Gumi Sasak, HL Mujitahid bersama beberapa penglingsir Majelis Adat Sasak, kapolda NTB, Assisten I Setda Provinsi NTB, wakil bupati Lombok Timur, camat Sikur, dan berbagai kalangan yang ada di Desa Kotaraja.

Sebelum pertandingan para pepadu dimulai, Amaq Mila selaku panitia penyelenggara melaporkan, tujuan diadakannya event ini adalah untuk melestarikan, memelihara, mengangkat, dan memberikan perhatian terhadap budaya masyarakat Sasak.

Event ini menurut Amaq Mila, akan menjadi kalender tahunan yang akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Sementara itu, Pucuk Wali Paer Sasak, HL Mujitahid dalam arahan singkatnya menjelaskan istilah pepadu di masyarakat hanya berlaku di dalam arena perisaian, bukan di luar arena dengan menimbulkan keributan.

Masyarakat Sasak menurut Mamik Mujitahid, pantang melakukan kekerasan apalagi berkelahi antar sesama. Kalaupun terjadi banyak bentrokan antar masyarakat saat ini, menurut Mamik Mujitahid, salah satunya disebabkan karena para pemimpin tidak memberikan contoh.

Kapolda NTB yang diwakili Direktur Binmas Polda NTB, Kombespol Suwarto mengingatkan agar event ini dijadikan ajang relaksasi sosial antar warga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, dan mempererat persatuan dan kesatuan. Karenanya, maka pertandingan ini harus tetap mengusung filosipi olahraga (wiraga), seni (wirama), dan sportifitas serta kesetiakawanan sosial (wirasa).

Gubernur NTB yang diwakili Assisten I Setda Provinsi NTB, H Rosyadi Sayuti yang juga salah seorang putra asli Sasak dari Kotaraja menghimbau para pepadu bertanding dengan ketiga falsapah yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Pemerintah Provinsi NTB juga menurut Rosyadi Sayuti, akan menjadikan festival perisaian sebagai event tahunan.

Wakil Bupati Lombok Timut, H Haerul Warisin sebelum membuka festival mengharapkan agar event ini tidak keluar dari konteks seni dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Lombok Timur juga memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada panitia dan berjanji akan menambah bantuan pada tahun depan jika pelaksanaan event tahun ini berjalan sukses dan aman.

Di hari pertama festival tersebut, dipertandingkan pepadu-pepadu handal yang berasal dari Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.

Pertandingan antar pepadu-pepadu tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton, tidak terkecuali beberapa wisatawan asing yang ikut larut dalam kemeriahan pertandingan. Bahkan ada salah seorang dari mereka yang ikut memberikan saweran (uang hadiah) ke tengah lapangan. Festival Perisaian Gumi Sasak Desa Kotaraja ini mendapatkan perhatian dari sejumlah media.

Kabag Humas Setdakab Lombok Timur, Iswan Rakhmadi menilai, antusiasme masyarakat menyelengarakan tradisi olahraga tradisional Perisaian cukup tinggi.

Dalam pekan ini saja, di tiga tempat berlangsung event Perisaian, seperti Perang Bintang Pepadu Perisaian di Montong Gading, Festival Perisaian Gumi Sasak di Kotaraja dan satu lagi, kemarin Wabup Lotim, H Haerul Warisin membuka gelar Festival Perisaian se-Pulau Lombok di Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji.

Dalam penyelenggaraan Festival Perisaian di Kotaraja, melibatkan seluruh komponen masyarakat Kotaraja, dan akan berlangsung selama 15 hari, terhitung sejak Rabu (10/9).(humas lotim/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply