Rakornas Komisi Informasi Digelar di Mataram

Suasana saat konferensi pers di ruang media center,  Setda Provinsi NTB, Kamis (11/9), terkait agenda Rakornas Komisi Informasi.

Suasana saat konferensi pers di ruang media center, Setda Provinsi NTB, Kamis (11/9), terkait agenda Rakornas Komisi Informasi.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Ketua Komisi Informasi Pusat, Abdul Hamid Dipopramono didampingi Ketua Komisi Informasi Provinsi Banten, Alamsyah Basri, Komisi Informasi NTB, M Syauqie, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Fathul Gani, menggelar konferensi pers di ruang media center,  Setda Provinsi NTB, Kamis (11/9).

Konferensi pers itu terkait rencana agenda penyelenggaraan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Komisi Informasi se-Indonesia di Mataram, yang dipusatkan di Hotel Grand Legi Mataram pada 12-14 September 2014.

‘’Ada satu hal yang berbeda antara Rakornas kali ini dengan Rakornas sebelumnya. Dimana, pada rakornas kali ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi yang dihimpun dan dilansir dari seluruh Komisi Informasi se-Indonesia,’’ kata Abdul Hamid.

Menurut dia, rakornas merupakan agenda tahunan Komisi Informasi yang diikuti oleh KI seluruh Indonesia. Ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam Rakornas kali ini, diantaranya adalah koordinasi terkait persoalan intern yang ada di KI, rencana pelaksanaan sidang jarak jauh, mekanisme teleconference, tata naskah kelembagaan, rencana revisi pasal/judicial review hingga sharing pengalaman yang ada pada masing-masing unit KI.

Selain itu, ada satu isu krusial yang akan dibahas pada rakornas kali ini, yaitu bagaimana agar suatu informasi/keterbukaan Informasi Publik dapat menjadi Mainstream dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintahan/negara.

Terkait dengan hal itu, Komisi Informasi Pusat juga turut menghadirkan pihak Bappenas dalam rakornas di Mataram kali ini.

‘’Mataram dipilih sebagai lokasi Rakornas, karena secara aklamasi sudah ditetapkan bersama di Rakornas Solo, Jawa Tengah,  pada tahun lalu dan telah disetujui oleh KIP,’’ ungkapnya.

Abdul Hamid juga mengharapkan, dengan dipilihnya NTB sebagai lokasi rakornas kali ini, dapat menularkan gema yang positif bagi provinsi lain di wilayah Indonesia bagian Timur, mengingat sejauh ini KI di wilayah Indonesia Timur masih banyak yang belum terbentuk, sesuai amanat Undang-Undang. (icha/ar/dra/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply