141,9 Ha Lahan akan Dihijaukan Pakan Ternak Lokal

Wagub NTB, H Muh Amin saat menghadiri acara peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Provinsi NTB tahun 2014, yang digelar di Serading, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (27/9).
Wagub NTB, H Muh Amin saat menghadiri acara peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Provinsi NTB tahun 2014, yang digelar di Serading, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (27/9).
Wagub NTB, H Muh Amin saat menghadiri acara peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Provinsi NTB tahun 2014, yang digelar di Serading, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (27/9).

SUMBAWA, Lomboktoday.co.id– Sekitar 141,9 hektare lahan yang berlokasi di 10 kabupaten/kota di wilayah NTB, akan menjadi sasaran Gerakan Menanam Hijauan Pakan Ternak Lokal sebagai upaya meningkatkan populasi dan produktifitas ternak sapi di NTB. Pakan ternak lokal yang akan ditanam ini berjenis rumput-rumputan, lamtoro, turi dan gamal.

‘’Lahan yang akan ditanam 141,9 hektar, jenisnya rumput-rumputan, lamtoro, turi dan gamal. Itu tersebar di sepuluh kabupaten/kota,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Budi Septiani, pada Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Provinsi NTB tahun 2014, yang digelar di Serading, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (27/9).

Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan event tahunan yang dlaksanakan di seluruh Indonesia. Di NTB, kegiatan dilaksanakan selama sebulan dari 17 September-20 Oktober 2014.

Kegiatan ini mengusung tema ‘’Dengan Gerakan Menanam Hijauan Ternak Pakan Lokal Kita Tingkatkan Produktivitas Ternak dalam Mewujudkan Kesejahteraan Peternak’’.

Menurut Budi Septiani, tema ini sangat releven dengan kondisi NTB. Berdasarkan para pakar peternakan, kemampuan daya dukung lahan di NTB untuk pengembangan ternak sapi baru termanfaatkan sepertiga bagian. Selebihnya belum bias dimanfaatkan.

Budi menambahkan, peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan bertujuan meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan peternak. Hal ini dilaksanakan melalui intensifikasi aspek-aspek produksi yaitu pakan, budidaya, kesehatan hewan dan zoo teknik lainnya.

Tujuan lainnya adalah untuk menggerakkan kesadaran bersama dengan gerakan menanam hijauan pakan ternak lokal, seperti rumput-rumputan, lamtoro, turi, gamal dan lain-lain. Termasuk, mendorong peningkatan konsumsi penganekaragaman pangan local asal hewan. Dan, konsumsi pangan asal hewan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).

Sedangkan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan, antara lain launching ternak gold bersertifikat nasional hasil BPT HMT Serading, yakni salah satu UPTD dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB yang berada di Kabupaten Sumbawa.

‘’Alhamdulillah, hasil kemarin kami terima di Batu Raden pada tanggal 20 September, hasil penelitian tim nasional pada saat turun ke lapangan, kita ditetapkan berstandar kelas B. Namun, setelah dirapatkan di tingkat nasional ternyata kita mempunyai standar Kelas A,’’ ungkapnya.

Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan juga melaunching program pengkartuan ternak se-NTB. Program ini dipandang sangat penting, karenaNTB telah ditetapkan secara nasional menjadi salah satu model dalam pengkartuan ternak, khususnya yang berlokasi di Sumbawa.

‘’Untuk Pulau Lombok segera dilaksanakan pengkartuan ternak dan segeradilaunching. Hal ini sudah dialokasikan melalui APBD Perubahan,’’ imbuh Budi.

Ia juga menyampaikan, Provinsi NTB adalah salah satu gudang ternak potong di Indonesia, khususnya sapi dan kerbau. Kini populasi sapi NTB berada pada peringkat enam nasional. Bahkan setiap tahun sapi NTB telah disebar sedikitnya untuk 15 provinsi. ‘’NTB adalah daerah prioritas dan paling disenangi sebagai daerah sumber bibit secara nasional,’’ ujarnya.

Budi menambahkan, selain gerakan launching pakan produk BP3TR, pihaknya juga telah mempunyai salah satu UPTD Balai Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia (BP3TR). Balai ini akan menghasilkan pakan ternak olahan yang berbasis limbah pertanian.

Pada peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun ini, juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti intensifikasi. Kegiatan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular yang menyasar 246.425 ekor ternak dan hewan di NTB. Seperti kegiatan pengobatan cacing pedet untuk menekan angka kematian, vaksinasi anthrax, afian flu, dan penyemprotan desinfektan pada peternakan unggas.(hms-ntb/ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *