Inflasi NTB pada September Capai 0,31 Persen

359

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi NTB (secara gabungan) bulan September 2014 sebesar 0,31 persen. Angka ini terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok kesehatan sebesar 0,63 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,42 persen. Selain itu, kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,38 persen; kelompok sandang sebesar 0,35 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,34 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,41 persen.

Kepala BPS Provinsi NTB, H Wahyudin mengatakan, pada September 2014, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,11 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,06 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen. Selain itu, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Wahyudin menjelaskan, bila dirinci menurut kota-kota IHK di NTB, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi di Kota Mataram pada September 2014 adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,11 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,00 persen. Sedangkan kelompok yang menyumbang deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,04 persen.

Sementara di Kota Bima, kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,06 persen; kelompok sandang sebesar 0,00 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen. Sedangkan yang menyumbang deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,14 persen.

‘’Kota Mataram mengalami inflasi pada bulan September tahun 2014 sebesar 0,26 persen, dan inflasi tahun kalender (September 2014-Desember 2013) sebesar 3,31 persen. Sementara Kota Bima mengalami inflasi pada bulan September 2014 sebesar 0,49 persen dan inflasi tahun kalender (September 2014-Desember 2013) sebesar 5,47 persen. Adapun laju inflasi ‘tahun ke tahun’ Kota Mataram untuk bulan September 2014 terhadap bulan September 2013 sebesar 4,61 persen. Dan laju inflasi ’tahun ke tahun’ Kota Bima untuk bulan September 2014 terhadap bulan September 2013 sebesar  6,08 persen,’’ kata Wahyudin di kantornya, Rabu (01/10).

Wahyudin menambahkan, di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dari enam kota yang menghitung IHK, tercatat empat kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Kota-kota yang mengalami inflasi yaitu Kota Singaraja sebesar 0,92 persen; Kota Bima sebesar 0,49 persen; Kota Mataram sebesar 0,26 persen dan Kota Denpasar sebesar 0,21 persen. Sementara kota yang mengalami deflasi adalah Kota Maumere sebesar 0,55 persen dan Kota Kupang sebesar 0,32 persen.(ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here