Demo Sumpah Pemuda Berakhir Ricuh

DEMO: Suasana aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa di depan kantor bupati Lotim, Selasa (28/10). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Suasana aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa di depan kantor bupati Lotim, Selasa (28/10). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Suasana aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa di depan kantor bupati Lotim, Selasa (28/10). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat (PMII, HMI, Himmah NW Anjani, LMND, Pemuda Stanggor, Pemuda Tirpas, HMPS Sejarah, STKIP Hamzanwadi Selong), menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun 2014, Selasa (28/10), berakhir ricuh.

Aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa sebelumnya berlangsung damai, tertib dan lancar dengan tetap mendapat pengamanan dan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Namun, aksi itu mulai memanas sejak aksi di depan kantor bupati, karena keinginan massa untuk bertemu bupati tak kesampaian.

Melampiaskan kekecewaannya, massa mulai melakukan perusakan terhadap baliho peringatan 1 Muharram 1436 Hijriyah yang terpasang di pintu gerbang keluar kantor bupati.

Karena dinilai aksi massa itu mulai anarkis, maka anggota Satpol PP dan pihak kepolisian yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang kantor bupati langsug terpancing dan sempat terjadi bentrok antara massa dan aparat.

Tak menerima perlakuan aparat, massa pun mengadukan sikap aparat yang arogan tersebut ke dewan pada saat melakukan aksinya di kantor dewan.

Terkait laporan massa, Ketua DPRD Lotim, H Hairul Rijal berjanji akan memanggil Kapolres Lombok Timur, AKBP Dede Alamsyah dan kasad Pol PP Lotim dalam waktu dekat ini untuk menjelaskan terkait pemukulan terhadap massa aksi tersebut.

Setidaknya tiga titik yang menjadi sasaran aksi, diantaranya; kantor PLN, kantor bupati, dan diakhiri di kantor DPRD Lotim. Massa aksi menuntut bupati Lotim untuk segera mewujudkan janji politiknya yang dikenal dengan Dasa Karya Darma yang berisikan 10 poin, diantaranya; 5.000 rumah untuk masyarakat miskin dan 5.000 lapangan pekerjaan per tahun yang belum terwujud serta menyampaikan kondisi pelayanan PLN yang saat ini sering padam.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut untuk bertemu dengan Bupati Lotim, HM Ali BD dan Wabup Lotim, H Haerul Warisin guna menagih janji politiknya. ‘’Kami minta kejelasan terhadap Paket Alhaer yang dalam satu tahun kepemimpinannya belum satupun janji politiknya yang sudah terwujud,’’ ungkap Kordinator Umum (Kordum) Aksi, Kohar dalam orasinya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *