Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Warga Songak

REKONSTRUKSI: Penyidik Polres Lotim menggelar rekonstruksi terhadap pelaku pembunuhan warga Songak, Abdul Rajab, oleh pelaku, Suherman. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
REKONSTRUKSI: Penyidik Polres Lotim menggelar rekonstruksi terhadap pelaku pembunuhan warga Songak, Abdul Rajab, oleh pelaku, Suherman. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
REKONSTRUKSI: Penyidik Polres Lotim menggelar rekonstruksi terhadap pelaku pembunuhan warga Songak, Abdul Rajab, oleh pelaku, Suherman. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Tim penyidik Polres Lotim melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan dan pembunuhan korban, Abdul Rajab, warga Songak, Lotim, di halaman Mapolres Lotim, Jumat (31/10).

Rekonstruksi itu disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Selong dan pengacara pelaku penganiayaan dan pembununah warga Songak, Suherman (30 tahun), warga Greneng, Kecamatan Sakra Timur, dan pihak keluarga korban, berjalan aman dan lancar.

Meski dalam rekonstruksi, ibu korban berteriak histeris dan memaki-maki pelaku pembunuhan saat menjalani rekonstruksi. Bahkan puluhan keluarga korban juga menghadiri jalannya rekonstruksi dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Lotim.

Turun memimpin jalannya rekonstruksi tersebut, Wakapolres Lotim, Kompol Arif Hidayat, Kasat Reskrim, AKP Kiki Firmansyah, dengan memperagakan sebanyak 30 adegan dalam rekonstruksi tersebut.

Kapolres Lotim, AKBP Dede Alamsyah melalui Kasubag Humas Polres Lotim, IPTU Komang Samia saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan rekonstruksi ini dilakukan untuk meyakinkan penyidik mengenai penganiayaan hingga menyebabkan korban, Abdul Rajab, warga Songak, meninggal dunia pada akhir September 2014 lalu, yang dilakukan oleh Suherman.

Meski dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut, pihak keluarga korban masih merasa kecewa dan dendam terhadap apa yang dilakukan pelaku terhadap korban.

‘’Digelarnya rekonstruksi di Mapolres Lotim untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Itu sebabnya tidak jadi dilakukan di TKP,’’ kata Komang Samia kepada wartawan di Mapolres Lotim, Jumat (31/10).

Dalam kasus ini, pelaku diancam pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *