Tolak Tambang Pasir Besi, Warga Ijobalit Aksi Anarkis

Warga Ijobalit yang kontra terhadap tambang pasir besi PT AMG melakukan aksi anarksi dengan merusak fasilitas milik PT AMG. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Warga Ijobalit yang kontra terhadap tambang pasir besi PT AMG melakukan aksi anarksi dengan merusak fasilitas milik PT AMG. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
AKSI ANARKIS: Warga Ijobalit yang kontra terhadap tambang pasir besi PT AMG melakukan aksi anarksi dengan merusak fasilitas milik PT AMG. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan warga Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, yang kontra terhadap kegiatan tambang pasir besi yang dilakukan PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit, melakukan aksi anarkis, Minggu (09/11), sekitar pukul 08.30 Wita.

Aksi anarkis itu dilakukan dengan cara merusak dan pembakaran camp, mesin alat berat excavator, dan alat berat lainnya. Termasuk kantor PT AMG juga tidak luput dari sasaran kemarahan warga Ijobalit.

Bahkan beberapa rumah warga yang pro terhadap PT AMG, dirusak dan dilempar oleh warga. Setelah itu baru mereka membubarkan diri usai melampiaskan aksi kemarahannya.

Sementara kasusnya ini sudah ditangani oleh pihak Polres Lotim untuk diproses secara hukum, mengingat sudah masuk ke ranah pidana. Sedangkan lokasi PT AMG dan kantornya kini sedang dijaga ketat aparat kepolisian untuk mengantisifasi kemungkinan yang akan terjadi nantinya.

Informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan, kasus aksi anarkis penolakan terhadap tambang pasir besi itu, bermula dari aktivitas yang dilakukan oleh PT AMG yang melakukan pengangkutan pasir besi. Meski sebelumnya dari masyarakat meminta kepada PT AMG untuk menghentikan aktivitas tambang, sambil mencari solusi terbaik.

Namun apa yang diinginkan warga itu, rupanya tidak diindahkan oleh PT AMG dengan tetap melakukan aktivitas tambang, baik di wilayah TPA Ijobalit maupun di lokasi tanah pecatu Timbe Kedit wilayah Ijobalit. Sehingga hal ini yang membuat warga marah terhadap PT AMG. Kemudian warga secara spontan berkumpul di pinggir jalan Ijobalit, sambil membawa senjata tajam (sajam), seperti parang, sabit, linggis, alat keras, bergerak ke lokasi tambang di TPA Ijobalit, untuk merusak dan membakar tiga camp, merusak alat berat, mesin excavator.

Setelah itu, baru massa bergerak ke kantor PT AMG dengan merusak dan memporak-porandakan alat milik PT AMG hingga berantakan. Sedangkan dari pihak aparat keamanan bersama Satpol PP berusaha untuk menghalau massa agar tidak melakukan aksi anarkis. Tapi, mengingat banyaknya massa membuat aparat keamanan menjadi kewalahan.

‘’Yang jelas, kami minta aktivitas PT AMG dihentikan, apapun alasannya. Karena kalau tidak, maka kami akan tetap melakukan aksi penolakan,’’ teriak warga saat melakukan aksi pengerusakan dan anarkis.

Selanjutnya massa bergerak untuk melakukan aksi pengeruskan ke rumah tokoh masyarakat yang pro terhadap PT AMG. Diantaranya; rumah H Buhairo, L Abddul Kadir, HL Azmi, karena dinilai bersikeras mendukung PT AMG. Lokasi tambang yang disewakan kepada PT AMG itu, dilempar dan porak-porandakan.

Setelah melakukan aksi anarkis, massa kemudian membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Aksi yang dilakukan warga merupakan aksi lanjutan yang dilakukan pada Sabtu sore dan malam yang telah melakukan aksi pengerusakan plang izin aktivitas tambang dan alat berat milik PT AMG, meski dari pihak Muspika berusaha untuk melakukan negoisasi, tapi hasilnya buntu dan tidak ada solusi.

Salah seorang tokoh masyarakat Ijobalit, HL Selamat mengatakan, pihaknya tidak bisa menyalahkan masyarakat untuk melakukan penolakan terhadap kegiatan tambang pasir besi yang dilakukan PT AMG. Karena, dari warga meminta PT AMG untuk tidak melakukan aktivitas apapun, tapi malah PT AMG tetap melakukan aktivitasnya. Sehingga, hal ini yang membuat marah warga.

‘’Seharusnya dari PT AMG calling down terlebih dahulu sambil mencari solusi terbaik. Dan seharusnya Pemkab Lotim segara mengambil sikap untuk menghentikan sementara aktivitas PT AMG, ketimbang akan terjadi gejolak terus-menerus seperti ini,’’ katanya.

Di tempat terpisah, Waka Polres Lotim, Kompol Cahyo Dipo Alam saat dikonfirmasi mengatakan, perbuatan anarkis yang dilakukan warga dikarenakan dari PT AMG tidak menyepakati apa yang diinginkan masyarakat untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut.

Namun pada sisi lain, pihaknya sangat menyayangkan aksi main hakim sendiri warga, yang mengakibatkan banyak fasilitas PT AMG dan rumah warga yang dirusak.

‘’Warga merusak dan membakar camp, alat berat, mesin excavator dan kantor PT AMG, termasuk beberapa rumah warga. Kami sudah mengamankan lokasi dan kantor PT AMG guna mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya,’’ ungkapnya.

Mantan Waka Polres Bima itu menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak masyarakat sekitar, termasuk dengan pemerintah daerah, PT AMG, camat dan kelurahan, guna mencari solusi terbaik dalam masalah ini.

Sementara kegiatan yang dilakukan aparat saat aksi berlangsung dengan menghalau massa agar tidak melakukan aksi anarkis. Kemudian melakukan penjagaan untuk memastikan agar kejadiannya tidak lagi serta melakukan olah TKP untuk kejelasan hukumnya, karena adanya melawan hukum. ‘’Untuk proses hukum terhadap aksi pengerusakan sudah ada jalurnya sendiri,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *