Sekolah di Mataram Dukung Penerapan K-13

Kepala SMPN 13 Mataram, H Dodik Satriyo Wibowo. (Foto: Lukman Hakim/Lomboktoday.co.id)
Kepala SMPN 13 Mataram, H Dodik Satriyo Wibowo. (Foto: Lukman Hakim/Lomboktoday.co.id)
Kepala SMPN 13 Mataram, H Dodik Satriyo Wibowo. (Foto: Lukman Hakim/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Anies Baswedan menarik pemberlakuan Kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan, mendapat reaksi beragam dari sekolah di Kota Mataram. Malah sebagian besar sekolah di Kota Mataram mendukung diterapkannya Kurikulum 2013 (K-13).

Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Umar mengatakan, pemberlakukan K-13 di sekolah yang dipimpinnya secara umum tidak ada masalah. Penerapan K-13 sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan hampir 95 persen guru di SMK Negeri 3 Mataram sudah mengikuti pelatihan.

‘’Penerapan K-13 di SMKN 3 Mataram tidak ada kendala dan berjalan lancer,’’ kata Umar kepada Lomboktoday.co.id, di kantornya, Selasa (16/12).

Menurut Umar, Kurikulum 2013 sangat bagus diterapkan di masa kekinian yang mendorong siswa lebih aktif bertanya dan belajar. Begitu juga dengan guru, semakin dituntut untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam mengajar anak didiknya. Bahkan dalam penilaian guru kepada siswa, guru dituntut untuk memahami karakter maing-masing individu siswa didiknya yang menjadi bahan pertimbangan pemberian nilai dan kenaikan kelas.

‘’Secara umum K-13 tidak ada masalah, meski masih ada satu atau dua guru yang mengeluhkan penilaian siswa yang membutuhkan waktu ekstra,’’ ujar Umar.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Mataram, H Moh Zulkifli. Ia mengatakan, penerapan K-13 di sekolah yang dipimpinnya tidak menemui kendala. Terlebih lagi di sekolahnya hampir 99 persen gurunya sudah mengikuti pelatihan dan menerapkan K-13 sejak tahun 2013 lalu.

‘’Penerapan K-13 di SMPN Negeri 2 Mataram berjalan lancar, meski masih ada kendala terkait buku pegangan guru yang belum dating,’’ terang Zulkifli.

Di SMP Negeri 7 Mataram, penerapan K-13 secara umum berjalan lancar, meski masih ditemukan sejumlah kendala, seperti belum adanya buku panduan guru serta masih kebingungannya guru tentang sistim penilaian karakter siswa. Pasalnya, setiap guru harus memahami masing-masing karakter siswa yang ada di dalam satu kelas. Sementara jumlah siswa di dalam satu kelas sebanyak 40-45 orang siswa. Artinya, guru harus memahami karakter individu siswanya. ‘’Kalau pelaksanaan K-13 secara umum baik-baik saja. Yang menjadi keluhan guru itu hanya masalah penilaian karakter siswa,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 13 Mataram, H Dodik Satriyo Wibowo mengatakan, seharusnya Kemendikbud RI tetap memberlakukan K-13 di seluruh sekolah sambil dilakukan evaluasi. Karena, pemerintah sebelumnya sudah menggelontorkan anggaran triliunan rupiah serta telah mengirimkan buku dan infrastruktur lainnya terkait penerapan K-13. ‘’K-13 ini sebenarnya tidak ada masalah, tinggal disempurnakan saja penerapannya secara bertahap, dan tidak perlu distop,’’ katanya.

Di SMP Negeri 13 Mataram sendiri, K-13 tetap dilaksanakan. Karena hampir 90 persen gurunya sudah mengikuti pelatihan dan ketersedian buku dan lainnya sudah lengkap. ‘’SMPN 13 Mataram tidak ada masalah dalam penerapan K-13,’’ ungkapnya.(LM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *