Siswa-Wali Murid Tolak Penggusuran SDN 7 Terara

‘’Mobil Dinas Kadis Dikpora Dilempar Siswa’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan siswa dan wali murid bersama komite melakukan aksi penolakan penggusuran Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Terara yang akan dijadikan lokasi pembangunan Pasar Terara, yang akan dibangun Pemerintah Kabupaten Lotim.

Aksi demo itu dilakukan siswa, orang tua wali dan komite sekolah saat Kepala Dinas Dikpora Lotim, Mahsin bersama UPTD Dikpora Kecamatan Terara dan Pemerintah Desa Terara melakukan pertemuan, Sabtu (10/1), guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sementara dalam aksi tersebut, siswa melakukan pelemparan dengan menggunakan batu terhadap mobil dinas Kepala Dinas Dikpora Lotim, Mahsin saat akan pulang menghadiri pertemuan tersebut. Sehingga mengenai kaca belakang, namun beruntungnya kaca mobil tersebut tidak pecah.

Informasi yang berhasil dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan, dalam aksi yang dilakukan siswa SDN 7 Terara itu dengan mencabut plang SDN 7 Terara, untuk kemudian diarak oleh siswa mengelilingi halaman sekolah, sambil meneriakkan ‘’ganti-ganti’’.

Selain itu, siswa juga membawa famplet yang bertuliskan ‘’tidak mau digusur ke tempat lain’’.

‘’Pokoknya kalau mau membangun pasar di lokasi SDN 7 Terara, maka pemerintah daerah harus menyiapkan penggantinnya terlebih dahulu,’’ terang salah seorang siswa, Fitri dalam orasinya seraya mengatakan pemerintah daerah seharusnya memikirkan dampak psikologis kami kalau dipindahkan ke tempat lain.

Kemudian di aula SDN 7 Terara, antara Kadis Dikpora Lotim, UPTD Dikpora Lotim dan Pemerintah Desa Terara melakukan pertemuan dengan pihak orang tua wali dan komite sekolah, guna menyelesaikan permasalahan SDN 7 Terara yang akan dijadikan lokasi pembangunan pasar.

Namun dalam pertemuan itu, keputusan yang dihasilkan tidak ada, karena orang tua wali dan komite tetap pada pendiriannya tidak mau digusur kalau belum ada lokasi pengganti sekolah tersebut. Sedangkan pada sisi lainnya, Pemkab Lotim berencana, siswa yang ada di SDN 7 Terara akan disebar ke dua SDN yang terdekat yakni SDN 2 dan 4 Terara. Tapi ditolak oleh semua orang tua wali murid dan komite.

‘’Pemerintah daerah dan Dikpora Lotim jangan memaksakan kehendak. Karena kalau tetap pada pendiriannya, maka kami akan tetap mempertahankan SDN 7 Terara ini,’’ ujar Suhardi seraya mengatakan, silahkan pemerintah daerah membangun pasar, tapi lokasi pengganti SDN 7 Terara ini harus ada.

Sementara dalam pertemuan itu, Kadis Dikpora Lotim, UPTD Dikpora Terara menjadi hujatan dari orang tua wali yang tidak terima dengan kebijakan pemerintah daerah. Tapi beruntungnya tidak sampai terjadi anarkis. Sehingga setelah pertemuan itu, pihak Dinas Dikpora Lotim, UPTD Dikpora dan pemerintah desa langsung meninggalkan SDN 7 Terara.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *