Ratusan Pedagang Pasar Pancor Demo

2 minutes reading
Monday, 26 Jan 2015 16:14 1 827 Editor
DEMO: Ratusan pedagang Pasar Pancor dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi ke kantor bupati dan DPRD Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DEMO: Ratusan pedagang Pasar Pancor dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi ke kantor bupati dan DPRD Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan pedagang Pasar Pancor dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi ke kantor bupati dan DPRD Lotim, Senin (26/1). Aksi itu dilakukan berkaitan dengan dugaan pungutan liar (pungli) dan penarikan retribusi pasar yang melebihi dari ketentuan Perda No.11 tahun 2010 tentang retribusi pasar dan pendapatan lainnya.

Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, para pedagang melakukan long march dari simpang empat PLN Selong menuju ke kantor bupati Lotim.

‘’Kami minta kepala pasar dan anak buahnya diturunkan, karena mereka telah melakukan pungli dan pemungutan retribusi yang melebihi dari ketentuan yang ada,’’ teriak para pedagang saat berorasi di depan kantor bupati Lotim.

Para pedagang bersama mahasiswa yang hendak masuk ke dalam kantor bupati Lotim, dihadang di pintu gerbang oleh petugas. Namun demikian, sama sekali tidak menyulutkan semangat mereka untuk melakukan aksinya.

‘’Masak kami dibebankan pungutan melebihi dari retribusi yang ada. Bahkan, kepala pasar dan anaknya buahnya sering mempermainkan karcis retribusi,’’ ungkap para pedagang.

Tak beberapa lama, massa diterima Asisten I Setdakab Lotim, H Sahabudin, Asisten II , H Syarif Waliyullah, Kepala Bakesbangpoldagri, Sudirman, Kepala Dinas PPKA Lotim, Hj Bq Miftahul Wasly, dan berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan para pedagang.

Ditegaskannya, petugas pasar dalam melaksanakan tugasnya, memang harus mengacu pada Perda yang ada, yakni mengenai masalah retribusi. Bila ada yang melakukan di luar ketentuan yang ada, tentunya hal itu tidak dibenarkan. Jika ditemukan, maka bisa ditindak tegas.

‘’Masalah yang disampaikan para pedagang ini, kami akan kross chek dengan petugas kami di lapangan untuk mencari kebenarannya. Dan kami tidak boleh mendengar sepihak. Bahkan kami akan mempertemukan para pedagang dengan petugas kami agar masalahnya menjadi jelas,’’ kata Asisten I Setdakab Lotim, Sahabudin.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya di kantor bupati Lotim dan diterima oleh pejabat setempat, massa kemudian melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Lotim guna menyampaikan aspirasi yang sama. Di DPRD Lotim, massa diterima Komisi III DPRD Lotim dan pejabat dinas PPKA Lotim.

‘’Apa yang menjadi tuntutan massa, akan kami respon dan tindaklanjuti,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Lotim, Raden Rahardian Sujono.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, massa pun membubarkan diri dengan tertib.(SR)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Yuk Rahmat
    9 year ago

    Waduh kasian dong para pedagang.

LAINNYA