Gubernur NTB dan Dubes Amerika Tanam Pohon di Dusun Cemara

MANGROVE: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan Dubes AS untuk Indonesia, Robert O Blake saat menanam pohon Mangrove di lokasi lahan percontohan rumah bibit dan pemanfaatan Mangrove, di Dusun Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
MANGROVE: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan Dubes AS untuk Indonesia, Robert O Blake saat menanam pohon Mangrove di lokasi lahan percontohan rumah bibit dan pemanfaatan Mangrove, di Dusun Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
MANGROVE: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan Dubes AS untuk Indonesia, Robert O Blake saat menanam pohon Mangrove di lokasi lahan percontohan rumah bibit dan pemanfaatan Mangrove, di Dusun Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake melakukan penanaman pohon di lokasi lahan percontohan rumah bibit dan pemanfaatan Mangrove, di Dusun Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Kamis (05/03).

Bibit pohon yang ditanam adalah Bakau dan Kasaurina (Cemara). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA), yang diprakarsai Palang Merah Indonesia (PMI) dan America Red Cross (ARC).

Ikut dalam penanaman, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia, dr Ritola Tasmaya dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat, Fauzan Halid.

Program kemitraan ini didanai oleh USAID (United States Agency For International Development) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, yang bertanggungjawab atas bantuan bidang ekonomi, pembangunan dan kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia dalam mendukung tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Program ini bertujuan untuk mengurangi resiko bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim melalui pembangunan di wilayah pesisir.

Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA), makin memperkuat kapasitas Palang Merah Indonesia dalam pengurangan resiko bencana, melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga internasional. Program ini juga untuk merehabilitasi sabuk hijau di kawasan pesisir dengan menerapkan pendekatan Integrated Coastal Management (ICM) yang didukung PKSPL Institut Pertanian Bogor.

Untuk saat ini, program kemitraan ini baru dilaksanakan di tiga provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, NTB dan Jawa Tengah. Untuk NTB, program baru dilaksanakan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake menjelaskan, selain melakukan penanaman Mangrove, kunjungan dirinya ke NTB ini juga untuk meresmikan Unit Pengolahan Sampah di Kota Mataram, yang sudah siap dioperasikan.

Menurut Robert, keberadaan Mangrove dan Cemara sangat penting dan bermanfaat untuk mencegah abrasi dan mengurangi dampak dari pemanasan global.

‘’Manfaatnya banyak sekali. Karena hutan dan pohon ini bisa melindungi masyarakat dari bencana alam seperti banjir dan dapat mencegah abrasi pantai, sebagaimana dialami di beberapa tempat di Indonesia. Ini juga bermanfaat untuk mempertahankan kelestarian ekosistem di laut,’’ kata Robert.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi menegaskan, program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) akan sangat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menyelamatkan lingkungan di wilayah pesisir sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut. ‘’Seperti penanaman pohon Bakau dan Cemara yang kita lakukan hari ini,’’ katanya.

Tuan Guru Bajang (TGB), begitu gubernur NTB ini biasa disapa menjelaskan, keberadaan pohon Bakau dan Cemara sangat penting, karena bisa mencegah abrasi pantai dan merawat alam secara alami. Jadi, tidak perlu lagi menanam beton untuk mencegah abrasi.

Untuk itu, orang nomor satu di NTB itu meminta seluruh masyarakat ikut berperan serta dan benar-benar mendukung kelanjutan program pelesatarian lingkungan ini.

‘’Saya berharap agar masyarakat ikut selalu menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Penanaman pohon itu penting dan bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk kepentingan kita bersama supaya alam tetap lestari dan air laut tetap bagus,’’ ungkapnya.(ann/jbg/ism/ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.