Kodim 1615 Lotim Tetap Kawal Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Arh Rama HB. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Arh Rama HB. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Arh Rama HB. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur bersama jajarannya di tingkat Komando Rayon Militer (Koramil) dan Bhabinsa di Lotim, terus melalukan pengawalan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi kepada para petani.

Hal ini dilakukan agar pupuk itu sampai kepada para petani dan tidak dipermainkan oleh pihak agen dan pengecer pupuk di Lotim.

‘’Kami akan tetap terus melakukan pengawalan dan pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani,’’ kata Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Arh Rama HB kepada wartawan di Selong, Lotim, Kamis (12/3).

Rama mengatakan, selama pengawasan dan pengalawan yang dilakukan anggotanya di lapangan, sampai saat ini belum ditemukan adanya penimbunan pupuk yang dilakukan oleh pengusaha, pengecer pupuk di Lotim. Karena bila ditemukan, tentu pihaknya akan sampaikan secara persuasif dan menyerahkan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Lotim.

Sementara penyebab terjadinya kelangkaan pupuk, bukan disebabkan karena kekurangan stok. Tapi, karena adanya keterlambatan distribusi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Apalagi, lokasi bungkar muatnya sangat kecil, sehingga hal ini menjadi salah satu kendala.

‘’Dari pantauan di lapangan, pupuk itu tidak langka. Tapi, terjadi keterlambatan distribusi ke petani yang menyebabkan terjadinya kelangkaan. Kalau mengenai adanya perbedaan harga di lapangan, memang ditemukan dan sudah dikomunikasikan dengan dinas terkait,’’ ungkapnya.

Rama menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan petani mengenai pupuk bersubsidi, pihaknya nanti akan mengundang para pengusaha pupuk dan dinas terkait di Makodim 1615 Lotim. Yang nantinya juga akan dihadiri oleh Wakil Bupati Lotim, H Khaerul Warisin.

Hal ini dimaksudkan untuk mencari solusi yang terbaik. Karena, pihaknya tidak menginginkan kasus pupuk bersubsidi langka ini terus berlarut-larut, yang akan merugikan para petani di Bumi bermotokan Patuh Karya ini.

‘’Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan kalau semua pihak duduk bersama dalam satu meja untuk menyelesaikannya,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *