PT TWBI Lakukan Konsultasi Publik

KONSULTASI PUBLIK: Suasana kegiatan konsultasi publik PT TWBI dalam pengerukan pasir laut di Aula Dermaga Labuhan Haji. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Terkait Tambang Pasir Laut’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Terkait rencana PT Tirta Wahana Bali International (TWBI) yang akan melakukan kegiatan tambang pasir laut di wilayah Pringgabaya, Labuhan Haji, dan Sakra Timur, maka PT TWBI melakukan kegiatan konsultasi publik di Aula Dermaga Labuhan Haji, Jumat (13/3).

KONSULTASI PUBLIK: Suasana kegiatan konsultasi publik PT TWBI dalam pengerukan pasir laut di Aula Dermaga Labuhan Haji. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
KONSULTASI PUBLIK: Suasana kegiatan konsultasi publik PT TWBI dalam pengerukan pasir laut di Aula Dermaga Labuhan Haji. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Hadir dalam kegiatan itu, pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KHLH), Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal (BLHPM) Lotim, HR Mulyanto Tejo Kusumo, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo), L Suandi, Kepala Bakesbangpoldagri, Sudirman, dari pihak provinsi, para camat, kades dan LSM yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Kepala BLHPM Lotim, HR Mulyanto Tejo Kusumo mengatakan, kegiatan konsultasi publik yang digelar oleh PT TWBI ini, merupakan bagian dari penyusunan analisa dampak lingkungan. Karena, untuk menentukan lokasinya, tentu harus ada Amdalnya.

Begitu juga sampai dengan terbitnya dokumen lingkungan, tentunya memiliki rangkaian yang sangat panjang dalam melakukan konsultasi publik, sehingga masyarakat nanti akan mengetahui dampak positif dan negatif dalam kegiatan penambangan pasir laut yang akan dilakukan oleh PT TWBI tersebut.

‘’Tanpa adanya Amdal, tentu kami tidak bisa proses lebih lanjut ijin dari perusahaan ini untuk menanamkan investasi di Lotim. Semua investor yang ingin menanamkan investasinya di Lotim, kami mendukung sepanjang memiliki komitmen untuk membangun Lotim,’’ kata Mulyanto.

Sementara pihak dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Rivan Iswanto mengatakan, tugasnya dari permasalahan ini sebagai pengawas dengan melakukan pengawalan untuk kemudian nantinya dilakukan pengecakan dokumen yang sudah ada dalam kerangka acuan.

‘’Melalui konsultasi publik ini, diharapkan masyarakat bisa memberikan masukan secara menyeluruh dalam memperkaya dari dokumen yang ada. Kami harapkan agar perusahaan jangan tertutup pada masyarakat terhadapa berbagai masalah yang timbul di lapangan,’’ kata Rivan.

Kemudian dari pihak Direksi PT TWBI, Heru Budi Wasesa mengatakan, tujuannya melakukan penambangan pasir laut di Lotim untuk dibawa ke Tanjung Benoa, Bali, dalam rangka melakukan revitalisasi Teluk Benoa saat ini. Dengan maksud untuk mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

‘’Yang jelas, pengerusakan yang kami lakukan, tentu akan mengacu pada kajian Amdal yang ada. Karena, tentunya ada dampak positif dan negatifnya,’’ tandas Budi.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.