PNS Lotim Tak Ikhlas Potong Gaji untuk Karcis Film

POTONG GAJI: Gara-gara penayangan film Merariq, gaji para PNS di wilayah Lombok Timur harus dipotong sebesar Rp25 ribu per orang. (Dok/Lomboktoday.co.id)
POTONG GAJI: Gara-gara penayangan film Merariq, gaji para PNS di wilayah Lombok Timur harus dipotong sebesar Rp25 ribu per orang. (Dok/Lomboktoday.co.id)
POTONG GAJI: Gara-gara penayangan film Merariq, gaji para PNS di wilayah Lombok Timur harus dipotong sebesar Rp25 ribu per orang untuk pembelian karcis film Merariq. (Dok/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur merasa tidak ikhlas bila gajinya dipotong sebesar Rp25.000 per orang untuk pembelian karcis film Merariq. Apalagi dalam pemotongan gaji itu, tanpa terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada para PNS yang ada di wilayah Lotim.

Terhadap pemotongan gaji PNS untuk pembelian tiket film Merariq itu, rencanannya para PNS akan mengadukan permasalahan ini ke pihak Ombudsman RI Perwakilan NTB. Karena, pemotongan gaji PNS yang dilakukan oleh pihak Pemda Lotim dinilai sepihak dan memberatkan para PNS di Bumi bermotokan Patuh Karya ini.

‘’Yang jelas, kami tidak ikhlas gaji dipotong untuk pembelian karcis film Merariq. Itu sebabnya, kami akan adukan masalah ini ke pihak Ombudsman Perwakilan NTB, agar segera ditindaklanjuti,’’ keluh para PNS Lotim kepada wartawan di Selong, Sabtu (14/3).

Para PNS yang enggan identitasnya dipublikasikan ini menjelaskan, pemotongan gaji yang dilakukan secara merata bagi PNS Lotim ini, dinilai bersifat pemaksaan. Karena, belum tentu semua PNS Lotim akan menonton film Merariq itu. Para PNS Lotim menilai bila produser film Merariq itu kurang bonafit, lantaran mencari pangsa pasar di kalangan PNS yang ada di wilayah Lotim. Kalau memang filmnya berkualitas, tentu masyarakat sendiri yang berinisiatif untuk menonton film Merariq itu. Bukan malah sebaliknya, memaksakan PNS untuk menontonnya. Padahal, sebagian besar masyarakat Lombok sudah mengetahui dan tahu betul adat istiadat Suku Sasak mengenai masalah Merariq Adat Sasak.

‘’Dari belasan ribu jumlah PNS di Lotim, hanya sebagian kecil yang menonton film Merariq ini. Dan itupun yang rumahnya dekat dengan lokasi pemutaran film,’’ ungkap para PNS.

Sementara saat dikonfirmasi, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Munir mengatakan, dirinya belum mengetahui adanya pemotongan gaji PNS untuk pembelian tiket film Merariq sebesar Rp25.000 per orang.

Begitu juga mengenai adanya surat edaran dari pemerintah daerah masalah pemotongan itu, dirinya sama sekali belum menerimanya.

‘’Saya belum tahu adanya pemotongan gaji bagi PNS untuk pembelian karcis film Merariq itu. Jadi, saya akan cross chek kebenarannya. Bisa jadi pemotongan ini dilakukan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lotim, karena kalau di lingkungan Setdakab Lotim, belum ada,’’ ungkapnya.(SR/ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *