PT AMG Dinilai Tak Punya Komitmen Jelas

PROTES: Salah seorang warga sedang memprotes pihak PT AMG yang menyampaikan penjelasan tidak mengacu pada Amdal yang dikantonginya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Warga Tuntut Kajian Amdal Diperlihatkan’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Masyarakat di enam kekadusan yang ada di Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menilai pihak perusahaan tambang pasir besi PT Anugerah Mitra Graha (AMG) tidak memiliki komitmen yang jelas kepada masyarakat yang berada di lingkar tambang.

PROTES: Salah seorang warga sedang memprotes pihak PT AMG yang menyampaikan penjelasan tidak mengacu pada Amdal yang dikantonginya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
PROTES: Salah seorang warga sedang memprotes pihak PT AMG yang menyampaikan penjelasan tidak mengacu pada Amdal yang dikantonginya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Karenanya, warga meminta kepada pihak PT AMG untuk memperlihatkan hasil kajian Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) yang ada kepada masyarakat agar jelas. Begitu pula paparan yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tambang di kantor Desa Pohgading, pada Sabtu (14/3) itu, terkesan mengambang dan tidak mengacu pada Amdal yang ada.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi itu, Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Sudirman, Camat Pringgabaya, M Anwar bersama unsur Muspika Kecamatan Pringgabaya, Humas PT AMG, Lalu Kabul, Kades Pohgading, Mukti, para kadus dan tokoh masyarakat, agama dan pemuda di wilayah Desa Pohgading.

‘’Penjelasan yang disampaikan PT AMG terkesan ngambang. Masak mereka bekerja dulu baru melakukan kajian dan ini sudah menyalahi aturan,’’ kata tokoh masyarakat Pohgading, Sirajudin di hadapan pihak PT AMG dan masyarakat yang hadair dalam kegiatan sosialisasi di kantor Desa Pohgading, Sabtu (14/3).

Sirajudin menjelaskan, di mana-mana kalau sebuah perusahaan besar, sebelum melakukan kegiatan, tentu sudah memiliki Amdal. Karena, Amdal ini merupakan hal prinsip. Tapi, setiap kegiatan sosialiasi yang dilakukan PT AMG kepada masyarakat, tidak pernah memperlihatkan atau memberikan Amdal. Padahal, Amdal tersebut sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga tidak mengambang seperti ini.

Sebelum PT AMG masuk ke wilayah Pringgabaya untuk melakukan kegiatan penambangan, setidaknya ada beberapa perusahaan yang juga ingin melakukan kegiatan penambangan. Diantaranya; PT Indomont Esa dan PT Raja G and G. Mereka melakukan kajian Amdal, tapi tetap mendapatkan penolakan dari warga.

‘’Masyarakat ingin melihat Amdal yang dimiliki PT AMG sebagai dasar mereka untuk bekerja, karena dalam Amdal itu sudah jelas dampak yang akan ditimbulkan dalam penambangan itu,’’ ungkapnya.

Kadus Gubuk Daya, Suparlan dan Kadus Dedalpak, Sapiin menjelaskan, apa yang disampaikan pihak perusahaan dalam sosialisasi ini, belum ada kejelasan mengenai sistim penambangan yang akan dilakukan. Itu bila berbicara masalah dampak positif dan negatifnya.

Karena, sejak sosialisasi yang dilakukan PT AMG pada 2010 lalu, selalu ada kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat. Dimana, terjadi pro dan kontra terhadap masalah tambang pasir besi ini. Sehingga mengundang ada rasa cemburu dan kekhawatiran dari warga terhadap kegiatan tambang yang akan dilakukan PT AMG.

‘’Jangan benturkan kami sesama warga, karena tentunya tetap akan menimbulkan gejolak. Tapi, berikanlah kami rasa aman kepada masyarakat,’’ kata Kadus Gubuk Daya, Suparlan.

Sementara itu, Humas PT AMG, Lalu Kabul saat sosialisasi kepada warga Pohgading menjelaskan, kegiatan tambang pasir besi yang dilakukan PT AMG di Dedalpak, tentunya sudah memiliki kajian Amdal dan mendapatkan ijin dari bupati Lotim. Dimana, nanti akan diambil kadar besinya menggunakan alat separator. Sedangkan pasirnya akan dipisahkan dengan kadar besinya yang akan diambil sebesar 5 persen dan 95 persen pasirnya akan dikembalikan kepada posisi semula.

‘’Tidak mungkin kami melakukan kegiatan tambang tanpa didasari kajian Amdal terlebih dahulu. Kegiatan yang kami lakukan dalam rangka menggali potensi yang dimiliki Lotim untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),’’ kata Lalu Kabul.

Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Sudirman meminta masyarakat agar memberikan PT AMG bekerja melakukan kegiatan penambangan sesuai ijin yang mereka kantongi. Karena bagaimanapun juga, apa yang dilakukan PT AMG ini tak lain untuk perbaikan perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik.

‘’Kalau tidak dimanfaatkan dengan baik potensi alam yang dimiliki, maka tentunya yang dirugikan adalah pemerintah daerah dan masyarakat sendiri. Pemerintah daerah tetap berada di tengah-tengah masyarakat, atapi berikan pihak perusahaan untuk melakukan kegiatan sesuai ijin yang mereka kantongi,’’ kata Sudirman.

Camat Pringgabaya, M Anwar menambahkan, pihaknya tidak ingin mengkhianati masyarakatnya dalam permasalahan tambang pasir besi ini. Namun begitu, pihaknya berada di tengah-tengah dalam menjembati berbagai persoalan yang muncul di lapangan menyangkut warganya dengan pemerintah daerah maupun perusahaan.

‘’Pihak perusahaan harus transparan dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai masalah tambang pasir besi, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,’’ tegas Anwar.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *