Satpol PP Amankan Mobil Pedagang Buah Nakal

DIAMANKAN: Nampak anggota Satpol PP Lotim sedang menggeret satu unik mobil Pick Up yang pemiliknya menggelar jualannya di daerah terlarang untuk berjualan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DIAMANKAN: Nampak anggota Satpol PP Lotim sedang menggeret satu unik mobil Pick Up yang pemiliknya menggelar jualannya di daerah terlarang untuk berjualan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DIAMANKAN: Nampak anggota Satpol PP Lotim sedang menggeret satu unik mobil Pick Up yang pemiliknya menggelar jualannya di daerah terlarang untuk berjualan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur mengamankan mobil pedagang buah yang terparkir di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soejono Selong, Lotim, pada Senin pagi, (16/3).

Mobil pedagang buah yang diangkut ke kantor Satpol PP Lotim itu, karena dinilai sebagai pedagang nakal, yang tidak mentaati dan mengindahkan imbauan yang diberikan Satpol PP Lotim, yang melarang para pedagang untuk berjualan buah di depan RSUD dr R Soejono Selong dan trotoar komplek Taman Kota Selong.

Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rachman melalui Kasi Opstik Linmas, Lalu Ahmad Purwadi saat dikonfirmasi membenarkan bila anggotanya menertibkan satu unit mobil Pick Up milik pedagang buah yang terparkir di depan RSUD dr R Soejono Selong. Karena mereka tidak mengindahkan imbauan yang telah diberikan pihak Satpol PP setempat.

‘’Kami terpaksa mengangkut mobil milik pedagang yang ditinggalkan dan di parkir pemiliknya di depan RSUD dr R Soejono Selong. Kami telah melakukan tindakan persuasif terlebih dahulu kepada para pedagang, untuk kemudian baru ditindak tegas,’’ katanya kepada wartawan di kantornya, Senin (16/3).

Alumni IPDN ini menjelaskan, sebelumnya ia sudah seringkali untuk memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak berjualan di depan RSUD dr R Soejono Selong maupun trotoar Taman Kota Selong, karena dinilai sangat menganggu. Sehingga, pihaknya memberikan kesempatan sementara untuk berjualan di samping kantor bupati Lotim.

Pihaknya saat ini terus berusaha untuk mencarikan lokasi yang pantas untuk tempat mereka berjualan, agar tidak menganggu. Diakui memang ada diantara mereka yang mentaati aturan tersebut dan ada yang tidak. Sehingga pihaknya menertibkan bagi pedagang yang bandel.

‘’Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Pertamanan, kalau pedagang tidak boleh berjualan di depan RSUD dan trotoar Taman Kota Selong. Para pedagang yang melanggar itu, dikenakan Perda Ketertiban dan Ketentraman Umum,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *