Naik 400 Persen, Pemkab Lotim Heran

‘’Terkait Pembayaran PJU ke PLN’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dibuat keheranan oleh pihak PLN lantaran tagihan tarif untuk pembayaran iuran pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terjadi kenaikan mencapai 400 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Anggaran dan Akuntansi Dinas PPKA Kabupaten Lombok Timur, Hasni tidak menampik tingginya lonjakan kenaikan pembayaran PJU yang dikeluarkan oleh PLN.

‘’Hampir 400 persen kenaikan pembayaran PJU yang dikeluarkan selama tiga bulan tahun 2015 ini,’’ kata Hasni kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/3).

Hasni mengatakan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Pemda membayar PJU selama setahun mencapai Rp7 miliar lebih. Tapi, tahun 2015 ini, Pemda harus menyiapkan anggaran dua kali lipat lebih, yakni mencapai Rp17 miliar untuk pembayaran selama setahun. Itu, kalau dilihat besaran pengeluaran yang dikeluarkan selama tiga bulan terakhir.

‘’Tahun 2014 lalu, untuk pembayaran dua rayon yaitu Rayon Selong dan Pringgabaya, sebulan pembayarannya tidak mencapai Rp1 miliar. Tapi, tahun 2015 ini, khusus bulan Januari saja, Pemda harus membayar Rp1,3 miliar,’’ ungkapnya.

Bahkan di tahun yang sama, menurut Hasni, tagihan yang dilayangkan PLN, kenaikannya dua kali lipat dari bulan sebelumnya. Untuk satu rayon saja yaitu Rayon Selong, pada Maret ini, dari Rp700 juta meningkat menjadi Rp1,3 miliar, belum lagi Rayon Pringgabaya.

‘’Pemda dalam hal ini, bukan kapasitas untuk tidak membayar, tapi hanya kaget dengan kenaikan pembayaran yang cukup signifikan. Sehingga, pihaknya mempertanyakan kembali ke PLN terkait hal ini,’’ ujarnya.

Dalam menyikapi persoalan ini, memang telah dilakukan rapat koordinasi dengan pihak PLN dan tim yang ada. Dalam rapat koordinasi tersebut, alasan PLN menaikkan tarif karena banyaknya terjadi penambahan daya secara swadaya dari masyarakat itu sendiri.

Hanya saja, dalam menaikkan tarif terkait penambahan lampu jalan ini, pihak PLN tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan tim yang sudah dibentuk berdasarkan MoU. Sehingga, PLN dinilai menaikkan tarif secara sepihak.

‘’Berdasarkan MoU yang telah dibuat bersama PLN, mestinya PLN melakukan koordinasi dengan tim yang ada. Tapi, ini tidak dilakukan, mereka melakukan lebih dahulu tanpa koordinasi,’’ bebernya.

Hasni menjelaskan, jangan sampai kesulitan PLN yang dialami selama ini, justeru dibebankan kepada Pemda. Yang jelas, masalah pembayaran, Pemda tetap bayar. Cuma, Pemda hanya mempertanyakan kenaikan PJU yang mencapai 400 persen itu.

Melihat kondisi ini, maka anggaran yang sudah dianggarkan melalui APBD Lotim tahun 2015 sebesar Rp8 miliar, diyakini tidak akan mampu memenuhi kebutuhan selama satu tahun kedepan. Karena, diperkirakan hingga pertengahan tahun ini saja, dana tersebut akan habis.

‘’Terjadinya peningkatan yang nilai cukup besar ini, maka Pemda harus menganggarkan sebesar Rp17 miliar per tahun untuk pembayaran PJU itu. Dan data yang digunakan PLN, itu masih sepihak,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan PT PLN Cabang Selong, Nanang Prayogo yang hendak dikonfirmasi, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Menurut beberapa karyawannya, Nanang Proyogo sedang pergi ke Mataram.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.