Pemerintah Didesak Tak Hanya Sekadar Berwacana

2 minutes reading
Thursday, 19 Mar 2015 14:03 0 540 Editor

‘’Dalam Menangkal Berkembangnya ISIS di Indonesia’’

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak pemerintah untuk tidak sekadar berwacana dalam menangkal perkembangan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di Indonesia, termasuk di daerah NTB.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Ustadz H Muharrar Iqbal. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Ustadz H Muharrar Iqbal. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

Karenanya, PW Pemuda Muhammadiyah NTB ingin ikut ambil bagian dalam upaya mencegah terjadinya radikalisme ISIS di Indonesia, termasuk di NTB. Yakni dengan cara menjadikan forum Khotbah Jumat sebagai media yang paling efektif dalam mengantisifasi paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

‘’ISIS bagi Pemuda Muhammadiyah adalah ancaman yang terstruktur dan massif. Kami dari PW Pemuda Muhammadiyah NTB juga mendesak semua organisasi Islam. Karena, ini adalah ancaman, jadi mari kita mempertahankan diri dengan cara mencoba kembali ke suatu pemikiran tentang Hubbul Wathon Minal Iman (mencintai Negara sebagian dari pada iman),’’ kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Ustadz H Muharrar Iqbal kepada Lomboktoday.co.id di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (19/3).

Muharrar mengatakan, terkait perkembangan ISIS ini, pihaknya juga mendesak pemerintah untuk tidak mudah mengecap seseorang. Dan jangan menjadikan ISIS ini sebagai upaya pengalihan isu yang sudah ada. Tapi, pemerintah harus fokus untuk membenahi perekonomian Negara, membenahi kesejahteraan masyarakat. Bagaimana membenahi masyarakat ini agar makmur, Gemah Ripah dan Lohjinawi Sentosa.

Disamping itu, pihaknya juga mendorong pemerintah untuk mencoba mengurai potret kemunculan ISIS dengan mencoba membatasi potensi-potensi perkembangan ISIS dari luar, yakni dengan cara membentengi rumah tangga dari paham-paham yang tidak dibenarkan oleh ajaran Islam.

‘’Bentengi rumah tangga dengan pemahaman sesuai ajaran Islam melalui pengajian, melalui pendekatan anak dengan orangtua, dan melalui diskusi-diskusi,’’ ungkapnya.(dra/ar/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA