Proses Belajar di MTs Nurul Hakim Belum Normal

Ustadz H Muharrar Iqbal.
Ustadz H Muharrar Iqbal.
Ustadz H Muharrar Iqbal.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, sampai saat ini belum normal, khususnya bagi santri kelas IX MTs Putra. Padahal, santri kelas akhir MTs Putra di Ponpes tersebut, sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015.

Pembina dan Pengasuh Yayasan Ponpes Nurul Hakim Kediri, Ustadz H Muharrar Iqbal mengatakan, penyebab belum normalnya proses KBM (kegiatan belajar mengajar) di Ponpes Nurul Hakim ini, lantaran ditimpa musibah kebakaran yang menghanguskan enam lokal ruang kelas, pada Selasa (10/3) lalu.

Karenanya, pihaknya mendorong pemerintah daerah, baik Provinsi NTB maupun Lombok Barat, dalam hal ini Dinas Dikpora dan pihak Kementerian Agama (Kemenag), agar memberikan perhatian penuh terhadap musibah yang menimpa Ponpes Nurul Hakim tersebut.

‘’Perhatian penuh yang kami maksudkan itu, yakni paling tidak pemerintah daerah segera merenovasi ruang kelas yang hangus akibat kebakaran itu. Hal ini penting, agar proses kegiatan belajar mengajar di Ponpes kami, bisa dengan cepat kembali dilaksanakan,’’ kata H Muharrar Iqbal saat ditemui Lomboktoday.co.id di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (19/3).

Dengan kondisi tersebut, kata Muharrar, maka pihaknya saat ini dalam melakukan proses kegiatan belajar mengajar, dilakukan dengan system open kelas. Dimana, para santri mengikuti proses belajar mengajar di berugak (skepat), di masjid, musalla maupun di asrama. Hal ini terpaksa dilakukan, agar proses belajar mengajar tersebut tidak terhenti.

‘’Komitmen kami di Ponpes ini yakni senantiasa mengajak anak didik untuk selalu menerima kenyataan, berbesar hati dan terus giat belajar,’’ ungkapnya.

Muharrar menambahkan, pihaknya sudah melaporkan masalah musibah kebakaran yang menimpa Ponpes Nurul Hakim Kediri ini dengan bersurat ke bupati Lombok Barat, gubernur NTB, kepala Kantor Kementerian Agama Lobar maupun kepada kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB, agar segera menindaklanjutinya. Mengingat pihaknya saat ini sedang mencetak generasi penerus bangsa yang handal. ‘’Kalau mengenai urusan pendidikan, mari kita bersama-sama untuk bergerak hati,’’ ujarnya.(dra/ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *