Penggunaan Dana BOS untuk Nonton Film Merariq Dibatalkan

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur, akhirnya mengambil keputusan untuk membatalkan penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang telah dipergunakan untuk membeli tiket/karcis menonton film Merariq sebesar Rp15 ribu per siswa.

Dengan pembatalan ini, maka surat edaran atau rekomendasi Kepala Dinas Dikpora Lotim, Mahsin kepada semua kepala Unit Pelayanan Tehnis Terpadu (UPTD), kepala SMP, kepala SMA/SMK negeri dan swasta se-Lotim yang mewajibkan untuk menonton film Merariq, otomatis dicabut.

Pembatalan atau pencabutan itu setelah adanya kritikan dan protes dari berbagai pihak mengenai penggunaan dana BOS yang dipergunakan untuk menonton film Merariq. Karena, hal ini dinilai telah melanggar juklak dan juknis penggunaan dana BOS. Termasuk juga setelah pihak Dinas Dikpora Lotim melakukan konsultasi secara khusus kepada pihak Inspektorat mengenai masalah penggunaan dana BOS tersebut.

‘’Kami batalkan penggunaan dana BOS yang telah dipergunakan untuk menonton film Merariq itu. Karena, dana BOS tidak boleh dipergunakan untuk menonton film Merariq,’’ kata Mahsin saat dihubungi wartawan via ponselnya, Jumat (20/3).

Mahsin mengatakan, awalnya surat edaran yang diterbitkan untuk mengimbau pihak sekolah dari SMP, SMA/SMK se-Lotim agar menonton film Merariq, ini dihajatkan tak lain guna memberikan pemahaman kepada siswa sesuai wilayah masing-masing untuk berkomitmen menekan atau mencegah pernikahan dini. Itu sebabnya, film Merariq ini bagi Mahsin, sangat layak untuk di tonton.

Bahkan, film Merariq ini dinilai sangat positif. Karena, selain dari guru memberikan pencerahan, bagi siswa sendiri yang langsung menonton film ini, setidaknya ada pembelajaran dan pendidikan dalam film tersebut. Sehingga, Sekretaris Dinas Dikpora Lotim, M Juhad melakukan konsultasi ke pihak Inspektorat agar siswa bisa menonton film Merariq itu. Konsultasi ini dilakukan supaya tidak ada terjadi permasalahan di kemudian hari. Apalagi ada mengandung apresiasi seni dan budaya daerah. Sehingga, dari hasil konsultasi pertama dengan pihak Inspektorat, menyatakan kalau dana BOS itu bisa dipergunakan untuk menonton film Merariq.

‘’Tapi tiba-tiba dari hasil konsultasi kedua, ternyata sana BOS itu tidak bisa digunakan untuk menonton film Merariq,’’ ungkapnya.

Mahsin yang juga Ketua PGRI Lotim ini menjelaskan, dengan adanya rasa penasaran terhadap film Merariq, kekhawatiran dan mencermati perkembangan dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang pro-kontra, maka pihaknya melakukan konsultasi lebih khusus dan intensif dengan pihak Inspektorat. Hal ini demi melihat kebutuhan sekolah untuk peningkatan mutu, kebaikan mutu dan tidak munculkan pro-kontra terhadap film Merariq yang menggunakan dana BOS tersebut.

Itu sebabnya, ia memutuskan agar surat edaran untuk menonton film Merariq bagi siswa SMP, SMA/SMK se-Lotim yang menggunakan dana BOS itu agar tidak dilanjutkan, dipending dan dibatalkan.

 

‘’Sejak 18 Maret 2015, surat edaran mengenai penggunaan dana BOS untuk menonton film Marariq itu kami cabut. Pencabutan dan pembatalan yang kami lakukan ini, tidak lain untuk mencegah agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,’’ ujarnya.

Ketika disinggung mengenai masalah karcis/tiket yang sudah diedarkan dan siswa yang sudah menonton, Kadis Dikpora Lotim, Mahsin menegaskan, hingga saat ini tidak ada siswa atau sekolah yang telah menonton film Merariq itu. Karena, pihaknya melakukan pencabutan sejak 18 Maret 2015. Tapi, untuk PNS umum dan guru, bisa menonton. Sedangkan yang dipending adalah siswa dengan menggunakan dana BOS.

Begitu juga mengenai tiket/karcis, belum dibagikan atau edarkan ke sekolah-sekolah. Karena, pihaknya memiliki kepala Unit Dikpora di masing-masing kecamatan yang mengecek setiap saat. Sebenarnya, pada 18 Maret 2015 itu untuk memfinalkan agar segera action. Tapi, hasil konsultasi kedua dengan pihak Inspektorat, ternyata tidak diperbolehkan untuk menggunakan dana BOS.

Hasil pantauan Lomboktoday.co.id di sejumlah sekolah SMP yang ada di wilayah Kecamatan Selong, para siswa sudah menonton film Merariq itu di Mini Mall Selong. Dan hal ini sangat bertentangan dengan pernyataan Kadis Dikpora Lotim, Mahsin yang mengatakan bila siswa belum ada yang menonton film Merariq itu. ‘’Kami telah menonton film Merariq itu di Mini Mall Selong, bersama dengan teman-teman lainnya,’’ ungkap para siswa SMPN 1 Selong.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.