Pemkab Lotim Waspadai Peredaran Narkoba

Wakil Bupati Lombok Timur, H Khaerul Warisin. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Wakil Bupati Lombok Timur, H Khaerul Warisin. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Wakil Bupati Lombok Timur, H Khaerul Warisin. (Dok/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Maraknya peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat, membuat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai ketar-ketir. Karena, peredaran narkoba itu dinilai sangat berbahaya. Tidak saja membahayakan bagi fisik pengguna, tapi juga mengganggu perekonomian pengguna itu sendiri.

‘’Masalah maraknya peredaran narkoba ini, presiden telah mengibarkan bendera darurat narkoba,’’ kata Wakil Bupati Lombok Timur, H Khaerul Warisin pada saat melakukan silaturrahmi dengan FKDM di kantor Bakesbangpoldagri Lotim, Selasa (24/3).

Khaerul Warisin yang juga Ketua Pembina FKDM Lotim ini menjelaskan, terhadap semakin maraknya peredaran narkoba di wilayah Lotim, pihaknya berharap kepada FKDM untuk dapat menjadi speaker atau personel yang bisa memberikan arahan terhadap para pengguna, agar dapat berubah.

‘’Kita harapkan juga FKDM ikut ambil peran dalam mengantisifasi maraknya peredaran narkoba ini,’’ ungkapnya.

Apalagi peredaran narkoba ini telah masuk ke lingkungan pendidikan, hal ini tentunya harus diwaspadai. Artinya, peredarannya ini harus dilakukan pencegahan. Karena, yang namanya peredaran narkoba ini, sangat berbahaya.

Khaerul Warisin mengakui, dalam penanganan narkoba, tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Sehingga penanganannya membutuhkan cara tersendiri.

‘’Kewaspadaan dini terhadap peredaran narkoba membutuhkan strategi tersendiri. Para penggunanya bukan dijauhi, tapi pencegahannya dilakukan dengan melakukan pendekatan,’’ ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Waka Polres Lombok Timur, Kompol Cahyo Dipoalam. Dalam kegiatan silaturrahmi itu, ia juga tidak menampik bila peredaran narkoba di wilayah Lotim cukup memprihatinkan.

‘’Kami terus melakukan pengungkapan terhadap kasus narkoba ini. Penangkapan yang dilakukan selama ini, tak lain untuk melakukan pengobatan terhadap para penggunanya. Pengguna narkoba itu kita nilai sebagai orang sakit, jadi perlu diobati,’’ ungkapnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.