ADD Rp1 M Segera Turun, Para Kades Diharap Tak Silau

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Timur, R Subagio. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Timur, R Subagio. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Timur, R Subagio. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sebentar lagi, dana Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp1 miliar akan segera menjadi kenyataan. Kucuran pencanangan dana ADD janji pemerintah pusat itu, dipastikan akan mulai cair sekitar pertengahan April 2015 mendatang.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Timur, R Subagio kepada Lomboktoday.co.id, di ruang kerjanya, Rabu (25/3).

Menurutnya, dana pembangunan pendesaan ini tidak akan dicairkan sekaligus, tapi akan digelontorkan dalam dua tahap. Tahap pertama, pada April sebanyak separuhnya dan akan disesuaikan dengan perencanaan program yang diajukan oleh pihak desa sesuai hasil RPJMD tingkat desa. Tahap berikutnya akan dilihat kemudian setelah melalui evaliasi.

Dalam pelaksanaan program, lanjut Subagio, pemerintah pusat akan menyiapkan sistem pemdampingan. Satu desa akan ada satu pendamping yang direkrut khusus untuk itu. Namun sejauh ini, pihak kabupaten belum mendapat kepastian juklak-juknis dalam penyiapan tenaga pendamping.

‘’Kami belum mendapat konfirmasi dari pusat apakah tenaga pendamping itu direkrut langsung dari pusat, ataukah dicari dari tenaga pendamping lokal yang direkrut di tingkat daerah,’’ ungkapnya.

Soal singkronisasi program perencanaan di desa dengan perencanaan di tingkat kabupaten, telah dilakukan penyesuaian dari hasil RPJMD tingkat desa dan RPJM kabupaten. Dan secara teknis, pihak Bappeda telah melakukan pelatihan khusus kepada semua unsur yang ada di desa, seperti unsur pemerintah desa (kades dan perangkat), unsur lembaga desa (LKMD dan BPD), agar semua unsur yang ada di desa dapat satu persepsi, satu visi dalam pengelolaan dana desa ini.

Namun demikian, Subagio mewanti-wanti kepada semua kepala desa agar berhati-hati dalam pengelolaan dana besar ini agar betul-betul penggunaannya sesuai perencanaan.

‘’Jangan ada kades yang kaget dengan turunnya dana ini, dan jangan coba-coba berpikir melenceng dari perencanaan. Hati-hati, pidana mengancam di depan kita,’’ ujarnya.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.