Kontraktor Proyek RPH Barabali Diperiksa Kejaksaan

Kasi Pidsus Kejari Praya, AA Raka Putra Dharma. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kasi Pidsus Kejari Praya, AA Raka Putra Dharma. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kasi Pidsus Kejari Praya, AA Raka Putra Dharma. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Setelah sempat tidak datang memenuhi panggilan pihak Kejaksaan Negeri Praya, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH), di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Loteng, senilai Rp1,4 miliar. Akhirnya, pihak kontraktor itu berhasil juga diperiksa Kejari Praya pada Kamis lalu (19/3).  Itu setelah Kejari Praya melayangkan surat pemanggilan yang ketiga kalinya ke pihak kontraktor tersebut.

‘’Kontraktor itu sudah kita periksa pada pekan lalu, setelah surat panggilan yang ketiga kita layangkan. Pada panggilan pertama dan kedua, dia tidak datang dengan alasan sedang pindah rumah,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Praya, AA Raka Putra Dharma kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/3).

Raka mengatakan, dalam kasus dugaan korupsi RPH ini, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa saksi sebanyak enam orang. Keenam saksi itu, yakni dari pihak PPK, konsultan pengawas, tim tehnis, dan Kepala Dispertanak Provinsi NTB.

Hanya saja, pihak belum bisa menetapkan berapa orang yang akan dijadikan sebagai tersangka dan berapa kerugian Negara yang timbul dalam kasus ini.

‘’Kalau suda ada hasil ekspose bersama pihak BPKP NTB, baru kita bisa simpulkan siapa-siapa tersangka dalam kasus ini. Dan rencana ekspose tersebut, kemungkinan besar kita akan lakjukan minggu depan supaya bisa bersamaan dengan kasus yang lainnya,’’ ungkapnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.