Polisi Belum Tetapkan Tersangka

‘’Dalam Kasus Dugaan Penimbunan Pupuk Bersubsidi’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Jajaran Polres Lombok Timur hingga saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi yang ditemukan oleh anggota Kodim 1615 Lotim, Jumat kemarin (27/3).

Dimana, anggota Kodim 1615 Lotim menemukan sekaligus mengamankan pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 2 ton di rumahnya H Fahrozi, warga Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lotim.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Kiki Firmansyah saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

‘’Hasil pemeriksaan sementara, H Fahrozi, pemilik pupuk itu mengaku kalau pupuk yang ditemukan oleh anggota Kodim itu adalah pupuk yang digunakan sendiri untuk memupuk lahannya,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Kiki Firmansyah kepada wartawan di kantornya, Sabtu (28/3).

Lantaran pemilik pupuk itu mengaku kalau pupuk tersebut tidak diperjualbelikan, melainkan digunakan sendiri, sehingga pihaknya belum menemukan pasal untuk menjerat yang bersangkutan. Karena yang bersangkutan sebagai pengguna dan tercantum dalam daftar kelompok tani.

Dengan begitu, pihaknya belum bisa menyatakan bila dalam kasus ini masuk dalam kategori penimbunan, mengingat yang bersangkutan menggunakan sendiri pupuk tersebut.

‘’Kita tidak bicara kuantitas pupuk yang ditemukan, tapi kita lihat dari segi penggunaannya, karena dia menggunakan sendiri dan tidak dijual. Sehingga, kita belum bisa menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,’’ ungkapnya.

Itu sebabnya, saat ini pihaknya masih sedang mengumpulkan data. Pihaknya sudah memintai keterangan H Fahrozi dan anaknya, termasuk anggota Kodim 1615 yang menemukan penimbunan pupuk bersubsidi tersebut.

Terkait penangan kasus pupuk bersubsidi ini, lanjut Kiki, tidak seperti ddalam menangani kasus BBM, kayu, karena yang diduga melakukan penimbunan merupakan anggota kelompok tani juga.

Untuk penanganan kasus ini dilakukan di Polsek, dan di back up oleh Polres. Kalau berkaitan dengan  permasalahan pendistribusian, jikapun terbukti hanya terkena sanksi administrasi, lantaran tidak ada pasal yang bisa menjeratnya.

Disinggung bila polisi kecolongan terkait penemuan dugaan penimbunan pupuk bersubsidi itu, Kiki menjelaskan bila pihaknya tidak kecolongan.

‘’Kalau hal seperti ini banyak. Kita juga sedang menyelidiki masalah kasus pupuk bersubsidi tersebut,’’ ujarnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.