Dinas STT Cabut Ijin LPK Lombok Pratama

Sekretaris Dinas STT Lotim, M Mulki saat menunjukkan surat pencabutan ijin operasi LPK NSP Lombok Pratama. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Sekretaris Dinas STT Lotim, M Mulki saat menunjukkan surat pencabutan ijin operasi LPK NSP Lombok Pratama. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
CABUT IJIN: Sekretaris Dinas STT Lotim, M Mulki saat menunjukkan surat pencabutan ijin operasi LPK NSP Lombok Pratama. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lombok Timur akhirnya mencabut ijin operasi Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) NSP Lombok Pratama. Karena, dinilai kegiatan yang dilakukannya telah melanggar ijin yang telah diberikan.

‘’Kami terpaksa mencabut ijin dari Lembaga Pelatihan Ketrampilan NSP Lombok Pratama itu karena telah melanggar aturan,’’ kata Sekretaris Dinas STT Lotim, M Mulki kepada wartawan di kantornya, Sabtu (04/4).

Mulki mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum owner LPK Lombok Pratama yang telah berani memberangkatkan para calon TKI ke Korea. Padahal, ijin yang mereka kantongi hanya bertugas sebagai pihak yang menyelenggarakan kursus keterampilan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri dalam hal ini Negara Korea.

Tapi, kenyataan di lapangan, justeru ijin yang diberikan oleh pihaknya, ternyata disalahgunakan oleh pihak lembaga tersebut. Itu sebabnya, pihaknya berani bersikap tegas dengan mencabut ijin LPK Lombok Pratama tersebut.

‘’Tidak ada jalan bagi lembaga pelatihan keterampilan yang menyalahi ijin yang telah diberikan. Karena, sudah ada sanksi tegas yang akan diberikan. Apa yang dilakukan pihak LPK dengan mengirimkan orang pergi ke luar negeri, ini saya nilai termasuk kasus human trafficking,’’ ungkapnya.

Mulki menjelaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap berbagai lembaga pelatihan keterampilan yang telah diberikan ijin untuk mendidik para calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri. Hal ini dilakukannya untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti; memberangkatkan orang bekerja ke luar negeri, padahal ijinnya hanya sebatas sebagai lembaga pelatihan keterampilan.

‘’Pengawasan akan terus kami lakukan untuk menghindari penyalahgunaan penggunaan ijin seperti yang dilakukan oleh LPK Lombok Pratama,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.