Belasan Karyawan PT AMB Gedor Dinas STT Lotim

SURAT PERJANJIAN: Para karyawan PT AMB saat menunjukkan surat perjanjian mengenai masalah gaji yang belum dibayarkan pihak perusahaan.(Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Lantaran Gaji Tak Dibayarkan Pihak Perusahaan’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Belasan karyawan PT Arena Maju Bersama (AMB) menggedor kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lombok Timur, Senin (06/4).

SURAT PERJANJIAN: Para karyawan PT AMB saat menunjukkan surat perjanjian mengenai masalah gaji yang belum dibayarkan pihak perusahaan.(Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
SURAT PERJANJIAN: Para karyawan PT AMB saat menunjukkan surat perjanjian mengenai masalah gaji yang belum dibayarkan pihak perusahaan.(Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Aksi yang dilakukan belasan karyawan itu, terkait masalah pihak perusahaan yang sampai saat ini belum merealisasikan kesepakatan yang telah dibuatnya untuk segera membayar gaji karyawannya.

‘’Kami datang ke kantor Dinas STT Lotim ini tak lain untuk menuntut janji pihak perusahaan. Karena, ini batas terakhirnya sesuai kesepakatan bersama,’’ kata Koordinator Karyawan PT Arena Maju Bersama, Saepudin Zuhri kepada wartawan disela-sela aksinya di kantor STT Lotim, Senin (06/4).

Kedatangan para karyawan PT AMB itu diterima Kepala Dinas STT Lotim, HM Aminullah di ruang kerjanya. Dan langsung meminta stafnya untuk menelepon pihak perusahaan agar segera merealisasikan kesepakatan bersama yang telah dibuat pihak perusahaan.

‘’Memang hari ini, Senin (06/4), batas terakhir kesepatan yang telah dibuat antara pihak perusahaan dengan karyawannya, dan kami hanya sebatas memfasilitasi saja. Kami juga pertanyakan komitmen perusahaan dengan para karyawannya yang sampai saat ini gaji mereka untuk beberapa bulan belum diberikan,’’ kata Kadis STT Lotim, HM Aminullah.

Aminullah mengatakan, dalam kesepakatan yang telah dibuat oleh pihak perusahaan dengan karyawannya, terdiri dari dua point. Antara lain; pihak perusahaan bersedia untuk membayar gaji para karyawannya dengan catatan diberikan waktu selama dua minggu untuk menyelesaikannya. Kedua, kalau pihak perusahaan tidak mampu menyelesaikan point pertama, maka material pemasangan listrik seperti kabel dijadikan jaminan untuk digunakan membayar gaji para karyawannya.

‘’Kami minta kepada pihak perusahaan untuk merealisasikan janjinya kepada para karyawannya,’’ pinta Aminullah.

Sementara salah seorang karyawan PT AMB, Sudiono mengatakan, dirinya sudah hampir 10 bulan belum menerima gaji dari pihak perusahaan. Bahkan ada karyawan lainnya yang juga belum nerima gaji lima bulan dengan berbagai macam alasan, meski sudah empat kali dilakukan mediasi.

‘’Paling tinggi gaji karyawan sebesar Rp3,5 juta dan paling rendah sebesar Rp1,5 juta. Hari ini batas terakhir janji dari pihak perusahaan. Kalau tidak direalisasikan, maka kabel akan kita jual,’’ ancamnya.

Sugiono menjelaskan, hingga saat ini masih pihaknya masih menahan lima mesin dan belasan lonjor kabel di PLTD Paok Motong sampai ada kepastian dari pihak perusahaan untuk membayar gajinya.

Selain masalah gaji, pihaknya juga menuntut uang pesangon dari pihak perusahaan. Tapi, itu akan dilakukan setelah semua gaji mereka diberikan oleh pihak perusahaan. Mengingat pesangon itu adalah hak mereka.

‘’Perusahaan harus segera membayar gaji kami dengan tanpa ada alasan lagi,’’ tegasnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *