Oknum Kontraktor Listrik Diduga Curi Strum

3 minutes reading
Monday, 6 Apr 2015 19:05 0 580 Editor

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Salah satu perusahaan kontraktor instalasi listrik, CV RP diduga melakukan pencurian arus listrik melalui jaringan kawat induk yang dihubungkan langsung dari beberapa gardu untuk dialirkan ke beberapa rumah penduduk tanpa melalui KWh. Kasus ini terjadi di dua desa di Kecamatan Jerowaru, Lotim, masing-masing di Desa Tabuan dan Desa Ekas Buana.

Dari hasil ivestigasi yang dilakukan Lomboktoday.co.id Sabtu lalu (04/4) di dua desa tersebut, terlihat di beberapa rumah penduduk ditemukan listrik menyala tanpa terpasang KWh. Beberapa warga di desa tersebut mengaku dipasangkan langsung oleh pihak pelaksana perusahaan kontraktor yang mengerjakan jaringan listrik ke desanya itu.

‘’Ya pak, kami tidak tahu soal yang macam-macam, yang kami tahu hanya bagaimana listrik di desa kami bisa menyala,’’ kata beberapa warga yang didatangi Lomboktoday.co.id.

Salah seorang staf Desa Tabuan yang tak mau menyebut namanya mengaku, alternatif ini ditempuh oleh oknum kontraktor hanya untuk menjawab desakan rakyat di desanya yang pamasangan jaringan listrik masuk dua desa tersebut sudah hampir dua tahun, namun tak kunjung pula ada KWh yang bisa dipasangkan di rumah-rumah penduduk yang sudah terdaftar sebagai pelanggan. Karena selalu didesak oleh warga, kontraktor menghubungkan langsung kawat listrik ke rumah penduduk tanpa KWh.

Dari data temuan di lapangan menyebutkan, jumlah rumah yang disambungkan langsung untuk Dusun Lendang Terak sebanyak 17 KK yang dialirkan langsung dari Gardu (KR 83) yang berlokasi di Pantai Surga dan di Dusun Sungkun sebanyak 15 KK yang dialirkan dari Gardu (KR 74) yang terletak di Batu Dagong.

Sementara itu, Supervisor Tehnik PLN Ranting Selong, M Yasin yang dikonfirmasi Lomboktoday.co.id di ruang kerjanya, Senin (06/4) mengaku tidak tahu-menahu kasus ini.

‘’Wah…, saya tidak tahu kasus ini kalau bapak wartawan tidak konfirmasi ke kami,’’ kata M Yasin.

Menurut Yasin, pihaknya akan segera menurunkan tim ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi ini. ‘’Ya pak, kami akan segera menerjunkan tim tehnis kami untuk cross chek kebenaran ini. Jika benar itu terjadi, maka kami pihak PLN tidak segan-segan akan menindak tegas oknum kontraktor yang melakukan ini,’’ tegasnya.

Soal lamanya jaringan listrik terpasang di desa tersebut, M Yasin juga mengaku belum tahu pasti. Karena, baru empat bulan bertugas di kantor Ranting PLN di Selong.

‘’Saya juga belum tahu pasti soal sudah berapa lama jaringan di desa itu terpasang. Saya baru empat bulan di sini, yang sebelumnya saya bertugas di Pringgabaya,’’ sebut Yasin.

Langkah yang akan ditempuh pihak PLN jika benar kasus ini, kata Supervisor Tehnis itu, akan dipertemukan antara pihak masyarakat setempat dengan pihak kontraktor.

‘’Nanti kami dari teknis bersama devisi managemen akan mempertemukan pihak masyarakat dengan kontraktor untuk mencari keterangan pasti bahwa ini sebenarnya ulah siapa, barulah kami bisa menentukan bentuk sanksi yang dijatuhkan kepada pihak pelaku,’’ ungkapnya.(Kml)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA