Sehari, Dua Kabupaten Kunker ke Loteng

KUNKER: Suasana kunker dua kabupaten di Kabupaten Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
KUNKER: Suasana kunker dua kabupaten di Kabupaten Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
KUNKER: Suasana kunker dua kabupaten di Kabupaten Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Kemajuan dan perkembangan pembangunan serta potensi yang dimiliki Kabupaten Lombok Tengah membuat sejumlah pemerintah daerah maupun anggota DPRD dari daerah lain berdatangan melakukan study banding.

Terbukti pada saat Pemkab Loteng menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat maupun dari Pemda dan anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Rombangan anggota DPRD dari dua kabupaten itu, diterima Sekda Loteng, HL Supardan dan sejumlah kepala SKPM Loteng di ruang rapat kantor bupati Loteng, Selasa (14/4).

Ketua rombongan anggota DPRD Kabupaten Agam, Feri Ardiyanto menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke Loteng, tak lain untuk belajar terkait implementasi UU Desa tahun 2014 yang telah diterapkan di Kabupaten Loteng. Selain itu, juga tentang alokasi ADD yang diberikan Pemkab Loteng kepada desa sesuai UU tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Rombongan Pemda dan anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Surya menyampaikan hal serupa. Pihaknya datang ke Loteng untuk belajar terkait pengembangan dan pengelelolaan pariwisata di daerah ini. Hal ini penting, mengingat daerahnya juga memiliki cukup banyak potensi dan obyek wisata.

Dimana, pihaknya mempunyai pegunungan dan kolam air panas yang akan dikembangkan untuk mendukung pembangunan di daerahnya. Di daerahnya juga terdapat peninggalan seni budaya yakni peninggalan kerajaan yang bisa dikembangkan menjadi obyek wisata.

‘’Itu sebabnya kami datang ke Loteng untuk belajar. Dan apa yang kami dapatkan di sini, setidaknya bisa bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan pariwisata di Kabupaten Rejang Lebong,’’ kata Surya.

Sementara itu, Sekda Loteng, HL Supardan menyampaikan ucapan selamat datang di Bumi Tatas Tuhu Trasna kepada peserta kunker. Supardan menjelaskan, pembangunan di Kabupaten Loteng saat ini dilakukan berdasarkan tiga zona, yakni Zona Utara, Tengah dan Selatan. Ketiga zona tersebut memiliki potensi masing-masing.

Dimana, Zona Utara direncanakan untuk pengembangan agrobisnis dan agrowisata. Zona Tengah, direncanakan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan, pusat pemerintah, pusat industri dan lainnya. Sedangkan Zona Selatan, direncakan untuk pengembangan pariwisata dan perikanan.

‘’Wilayah Loteng bagian Selatan sebagai kawasan pariwisata, sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Semua pantai yang ada di Loteng bagian Selatan itu, pasirnya putih seperti Merica,’’ katanya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.