Tiga Peleton Polisi Disiagakan di Sambalia

‘’Buntut Pemanggilan Warga Kasus Kawasan Hutan’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pihak Polres Lombok Timur mensiagakan sebanyak tiga peleton pasukan gabungan dari Polres dan anggota Polsek di wilayah Sambalia, Lotim.

Pengamanan itu akan dilakukan tepatnya di kantor UPTD Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Sambalia dan lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola oleh PT Sadhana Arifnusa.

Hal ini dilakukan seiring dengan kasus pemanggilan beberapa orang warga Lendang Tengak, Desa Senanggalih ke Dinas Kehutanan Provinsi NTB dalam kasus pembalakan dan perambahan hutan.

‘’Memang betul, tiga peleton kita siagakan di dua titik, yakni lokasi HTI dan UPTD Dinas Hutbun Sambalia,’’ kata Kapolres Lotim, AKBP Heri Prihanto melalui Kasubag Humas Polres Lotim, AKP I Komang Samia kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/4).

Komang Samia mengatakan, disiagakannya anggota di wilayah Sambalia dalam jumlah banyak, itu tidak lain untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena, ada informasi yang diterima kalau masyarakat akan melakukan tindakan anarkis seadainya warga yang diperiksa di Dishut NTB itu ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Pantauan Lomboktoday.co.id di lapangan, hari ini, Rabu (15/4), ratusan warga Senanggalih, beramai-ramai menuju ke kantor Dinas Kehutanan Provinsi NTB untuk memberikan dukungan moral kepada warga yang akan diperiksa oleh penyidik Dishut NTB dalam kasus perambahan dan pembalakan hutan di Sambalia.

‘’Kita hanya melakukan langkah antisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, terutama gerakan masyarakat sekitarnya. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusitifitas dengan tidak melakukan tindakan yang akan melanggar hokum,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Sambalia, IPTU Akhyar Asshakopi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penggalangan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Begitu juga dirinya meminta kepada warga untuk memenuhi panggilan sebagai warga negara yang taat hukum. Karena, tidak mungkin baru dipanggil kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

‘’Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak Dishut NTB untuk masyarakat yang diperiksa, silakan dimintai keterangannya. Tapi, jangan sampai terjadi penahanan. Karena, yang kami khawatirkan, kalau warga yang diperiksa itu, sampai ditahan tentunya akan menimbulkan gejolak,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.