Pelaksanaan UN 2015, Guru Tak Lagi Krasak-Krusuk

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini dihadapi dengan tenang dan santai, baik oleh para siswa peserta UN maupun para guru.

Jika pada tahun sebelumnya, ketegangan dan keresahan tidak hanya menghantui para peserta UN, tapi juga para guru tidak luput dari rasa khawatir dan gundah-gulana akan nasib para anak didik mereka yang akan bertempur menghadapi pengujian kualitas hasil pengajarannya melalui momok yang namanya UN.

Seperti pengakuan salah seorang Kepala Madrasah Aliyah di wilayah Sakra Barat yang sempat dikunjungi Lomboktoday.co.id pada hari pertama UN 2015, mengaku menghadapi UN tahun ini jauh lebih tenang.

‘’Kami para guru tahun ini tak tegang dan para siswa kami juga terlihat lebih tenang mengikuti UN ini, setelah ada keputusan pemerintah bahwa hasil UN tidak mutlak sebagai syarat penentuan kelulusan,’’ kata Kepala MA tersebut seraya mewanti-wanti wartawan untuk tidak memuat jati dirinya.

Diakuinya, tahun-tahun yang sudah lewat, setiap kali masuk masa pelaksanaan UN, tak hanya siswa yang sibuk dengan berbagai persiapan, namun justeru yang paling sibuk adalah para guru mencari akal untuk membantu para siswa agar bisa menjawab dengan gampang semua soal.

‘’Tak hanya siswa yang merasa diuji dengan UN ini, tapi kami juga para guru lebih merasa diuji melalui UN ini, karena hasil UN sebagai barometer hasil pengajaran kami,’’ akunya lagi.

Salah satu trik membantu siswa dalam menjawab soal UN tahun-tahun yang sudah lalu, yaitu membuatkan para siswa kunci jawaban sendiri dengan cara krasak-krusuk mencari terobosan melalui berbagai pihak yang bisa dilobi untuk mendapatkan bocoran naskah soal.

‘’Jujur saja pak, kami setiap malam pada malam UN keliling ke berbagai pihak yang memungkinkan bisa memberikan bocoran soal, dan kami para guru ngelembur semua untuk membuat kunci jawaban sejumlah siswa,’’ tuturnya, namun menolak membocorkan sumber mendapatkan naskah soal dimaksud.

Tapi, kini pihaknya bersyukur karena pemerintah telah merubah kebijakan. Dimana, UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, sehingga pihak sekolah tidak lagi resah dan siswanya lebih tenang setelah mereka (para siswa, Red) mengetahui bahwa UN tidak menjadi syarat mutlah penentuan kelulusan. ‘’Jadi, kami tidak perlu harus pusing mencari akal membantu siswa,’’ ujarnya.

UN di Wilayah Selatan Lotim Tak Ada Masalah

Sementara itu secara terpisah, Pengawas Madrasah Tingkat Aliyah untuk Rayon Selatan Lombok Timur (Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru), HL Fahri yang dihubungi Lomboktoday.co.id soal hasil pantauannya selama pelaksanaan UN tahun ini menyebutkan, UN tahun ini jauh lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

‘’Alhamdulillah, tahun ini cukup kondusif, sejauh pantauan kami, tidak ada ditemukan masalah-masalah yang mengganggu pelaksanaan UN,’’ kata Fahri.

Meskipun demikian, lanjut Pengawas Aliyah Rayon Selatan Lotim ini, pihaknya tetap menekankan kepada semua pihak sekolah/madrasah agar pelaksanaan UN ini dengan obyektif.

‘’Walaupun UN tahun ini tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa, tapi kami selaku pengawas tetap menekankan kepada semua madrasah agar melaksanakan UN dengan obyektif. Karena, hasil UN adalah merupakan pemetaan kualitas pendidikan dan pengajaran bagi para siswa dan pihak sekolah itu sendiri,’’ ungkap Fahri yang juga Rektor salah satu PTS di Lotim.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.