PN Praya Sidang Perdana Kasus Kadis Budpar Loteng

BERJUBEL: Sebagai bentuk solidaritasnya terhadap Kadis Budpar Loteng, HL Putria, ratusan masyarakat dan keluarga memadati ruang persidangan PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
BERJUBEL: Sebagai bentuk solidaritasnya terhadap Kadis Budpar Loteng, HL Putria, ratusan masyarakat dan keluarga memadati ruang persidangan PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
BERJUBEL: Sebagai bentuk solidaritasnya terhadap Kadis Budpar Loteng, HL Putria, ratusan masyarakat dan keluarga memadati ruang persidangan PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Pengadilan Negeri Praya, mulai menggelar sidang perdana terhadap kasus yang menimpa Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng, HL Putria, Kamis (16/4), sekitar pukul 10.00 Wita.

Seperti diketahui, Kadis Budpar Loteng, HL Putria ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTB dalam kasus penertiban salah satu hotel yang ada di roi pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng oleh Pemkab setempat pada 2013 lalu.

Karena pada saat itu, HL Putria bertindak selaku ketua tim penertiban dan dilaporkan oleh pemilik Hotel Lombok Baru, Minarni. Setelah berkasnya diyatakan lengkap oleh Polda NTB, kemudian diserahkan ke Kejati NTB. Oleh Kejati NTB, berkas HL Putria tersebut diserahkan ke Kejari Praya. Setelah itu baru kemudian dilimpahkan ke PN Praya untuk disidangkan.

Dalam sidang perdana yang digelar hari ini, Kamis (16/4), agendanya adalah pembacaan dakwaan. Bertindak sebagai ketua majelis hakim adalah Ketua PN Praya, I Nyoman Wiguna dan didampingi oleh Hakim Anggota, M Aunurrofik dan M Iman Irsad.

Usai pembacaan dakwaan terhadap terdakwa HL Putria, kuasa hukumnya mengajukan eksepsi. Sehingga, sidang lanjutan dengan agenda penyampaian eksepsi akan digelar pada Kamis pekan depan (23/4).

Kasubag Humas PN Praya, M Iman Irsad yang dikonfirmasi usai sidang mengatakan, dakwaan terhadap terdakwa yakni dakwaan tunggal dengan Pasal 406 ayat (1) KUHP junto Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP tentang pengerusakan. ‘’Biasanya kalau sidang perkara pidana seperti ini, prosesnya selama tiga bulan baru bisa diputuskan,’’ kata Iman Irsad.

Pantauan Lomboktoday.co.id di lokasi sidang, terlihat bahwa pelaksanaan sidang tersebut mendapat penjagaan dan pengamanan dari pihak Polres Loteng, mengingat banyaknya solidaritas dari masyarakat dan keluarga yang hadir dalam persidangan tersebut. Selain itu, arus lalu lintas di depan kantor PN Praya terpaksa dialihkan oleh pihak Satlantas Polres Loteng, lantaran terjadi kemacetan selama berlangsungnya persidangan terdakwa HL Putria.

‘’Jumlah personel yang kita turunkan untuk melakukan penjagaan dan pengamanan dalam sidang ini sebanyak 60 personel,’’ kata Kabag Ops Polres Loteng, Kompol Ketut Tamiana.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.