Nasib K2 di Ujung Tanduk

Ketua DPRD Lotim, H Khaerul Rizal
Ketua DPRD Lotim, H Khaerul Rizal
Ketua DPRD Lotim, H Khaerul Rizal. (Dok/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Nasib para tenaga kontrak (K2) saat ini berada di ujung tanduk. Artinya, apabila syarat administrasi dalam hal ini Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM) yang diminta oleh BKN itu tidak dilengkapi, maka harapan K2 untuk diangkat menjadi CPNS akan sirna. Meskipun pihak kejaksaan tidak menemukan tersangka dalam kasus yang dilaporkan Bupati Lotim, HM Ali BD terkait K2 tersebut.

‘’Permasalahan K2 ini memang makin komplek dan kasihan,’’ kata Ketua DPRD Lotim, H Khaerul Rizal kepada wartawan di kantornya, Rabu (22/4).

Menurut Khaerul Rizal, dirinya sempat mendapatkan informasi dari BKN Regional Denpasar terkait kasus K2 ini, BKN memberikan tenggang waktu akhir April ini untuk segera melengkapi persyaratan Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM) yang dikeluarkan oleh bupati.

Sementara Bupati Lotim, HM Ali BD hingga saat ini belum berkenan mengeluarkan SPTJM itu. Apalagi orang nomor satu di Bumi bermotokan Patuh Karya itu telah melaporkan sebanyak 25 orang K2 ke Kejari Selong terkait dugaan suap dan pemalsuan dokumen.

‘’Kalau SPTJM hingga batas waktu tak diterima, maka NIP K2 yang lulus ini akan hangus. Bahkan BKN memberi kelonggaran satu minggu dari waktu yang telah ditentukan itu,’’ ungkapnya.

Melihat permasalahan ini, pimpinan DPRD Lotim dalam waktu dekat ini akan melakukan silaturrahmi dengan bupati untuk membahas permasalahan tersebut.

‘’Kami selaku pimpinan dewan akan bersilaturrahmi dengan pak bupati, apalagi Forum K2 telah meminta maaf kepada bupati secara tertulis,’’ ujarnya.

Melalui silaturrahmi itu nanti, diharapkan bupati bisa membantu lulusan K2 tersebut, terutama untuk memberikan SPTJM. Karena SPTJM ini dikeluarkan oleh bupati, sehingga BKN menjamin NIP sejumlah K2 itu akan keluar.

Bahkan salah satu bentuk kepedulian dewan terhadap permasalahan yang dihadapi K2 ini, hari ini, Rabu (22/4), pihaknya melakukan silaturrahmi dengan Kajari Selong, terutama mempertanyakan permaalahan kasus K2 yang sedang ditangani.

‘’Kajari menyampaikan kalau belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus K2 yang dilaporkan oleh pak bupati itu,’’ pungkasnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.