LSP2M NTB Gelar Sarasehan BEM dan OKP

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Lembaga Study Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (LSP2M) NTB akan menggelar kegiatan sarasehan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di NTB, di Hotel Giri Puri Mataram, pada Sabtu (25/4).

Kegiatan sarasehan ini dilakukan dalam menyambut dan menyongsong hari Buruh International, 1 Mei 2015 atau sering disebut dengan May Day, terutama untuk merefleksi 17 tahun reformasi 1998-2015 yang terjadi di Indonesia.

Sarasehan kali ini mengusung tema ‘’Merekontruksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda yang Partisifatif dan Konstruktif dalam Mewujudkan Indonesia yang Bebas Konflik, Aman dan Berdaulat’’.

‘’Kegiatan sarasehan yang kami laksanakan ini tak lain untuk menyambut hari buruh yang kemudian dirangkaikan dengan hari kebangkitan nasional,’’ kata Direktur LSP2M NTB, Widianto kepada wartawan di Selong, Jumat (24/4).

Widianto mengatakan, kegiatan ini akan diikuti sekitar 100 orang peserta yang berasal dari perwakilan BEM dan OKP. Dan pematerinya berasal dari Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri), kalangan akademisi dan aktivis sendiri.

Kegiatan ini dilakukan, katanya, agar terciptanya kesadaran kolektif di kalangan mahasiwa dan OKP untuk ikut menjaga situasi kamtibmas dalam memperingati moment May Day dan hari reformasi 1998/Harkitnas.

Selain itu, terkonstruksinya gerakan mahasiswa yang dinamis dan konstruktif. Termasuk menguatnya semangat nasionalisme di kalangan BEM dan OKP, sehingga terjalin hubungan kemitraan yang harmonis antara pemerintah dengan OKP dan BEM.

‘’Melalui kegiatan ini, kita ingin menyamakan visi dan misi terhadap gerakan reformasi yang telah dilakukan mahasiswa bersama elemen lainnya, sehingga nilai atau roh reformasi itu tidak hanya sekadar slogan saja,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Widiantor menjelaskan, bila melihat ke belakang sejarah telah menyaksikan berbagai peristiwa besar di dunia yang tidak lepas dari aktor intelektual di belakangnya. Kaum intelektual yang diwakili masyarakat kampus termasuk juga mahasiswa, sering menjadi penggagas utama dalam setiap perubahan.

Sehingga, tentu diingat founding father bangsa ini juga berasal dari kampus, bagaimana Soekarno, Muh Hatta, Syahrir, Muh Natsir berangkat dari dunia kampus untuk memberikan gagasan-gagasan mereka yang ingin mengangkat bangsa Indonesia dari keterpurukan.

Bangsa ini merindukan sentuhan mahasiswa yang terpanggil jiwanya untuk ikut memberikan kontribusi yang nyata, partisipatif, solutif dan konstruktif, maka gerakan mahasiswa hadir dalam rangka tersebut. Gerakan mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan goresan tinta mereka dalam sebuah lukisan yang bernama Indonesia. Mewujudkan idealisme yang masih murni tanpa ada kepentingan apapun.

‘’Dalam era demokrasi dan reformasi ini, mahasiswa punya andil penting dalam check and balances serta menjadi pilar kelima setelah pers/media massa dalam lima pilar demokrasi. Dengan peringatan 1 Mei sebagai momentum untuk mengemukakan sejumlah persoalan perburuhan dan masyarakat yang tentunya menjadi perhatian bersama dengan dibarengi hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei, memang menjadi momentum yang kerap digunakan para aktitivs untuk turun jalan,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.