Gubernur NTB Tinjau Lahan HTI

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat turun dari pesawat helikopter Type B427 PK- SDH milik PT Sadhana.
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat turun dari pesawat helikopter Type B427 PK- SDH milik PT Sadhana.
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat turun dari pesawat helikopter Type B427 PK- SDH milik PT Sadhana.

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Guna mengetahui kendala dan melihat dari dekat sejauhmana perkembangan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikembangkan PT Sadhana Arifnusa, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH M Zainul Majdi bersama Kepala Dinas Kehutanan NTB, Andi Pramaria memantau dari dekat lokasi kawasan hutan yang dikembangkan PT Sadhana di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, Jumat (01/5).

Dalam kunjungan itu, gubernur didampingi sejumlah Konsultan PT Sadhana Arifnusa yang melakukan survey udara dengan menggunakan helikopter Type B427 PK- SDH milik PT Sadhana.

Helikopter yang ditumpangi gubernur itu, terbang sekitar pukul 08.00 Wita dengan rute eks Bandara Selaparang Mataram kemudian terbang ke arah lokasi lahan HTI di Dusun Pelambek dan menuju ke arah Praya Timur, Sakra dan Sambalia, NTB.

Setelah terbang beberapa jam pesawat melakukan take off dan landing di eks Bandaara Selaparang Mataram, gubernur kemudian bertolak meninggalkan bandara, namun di kesempatan yang singkat itu, tim liputan sempat menayakan sedikit informasi terkait peninjauan lokasi hutan itu kepada Kepala Dinas Kehutanan NTB, Andi Pramaria.

Dalam kesempatan itu, Andi Pramaria mengatakan, kunjungan itu diawali pada hutan di daerah Mareje Bunga yang merupakan salah satu lokasi pengembangan HTI dan dilanjutkan ke daerah Kabul Montong Sapah. Dari pemantauan udara, masih ada di beberapa tempat terlihat sejumlah tenda di sekitar area pengembangan lahan. Yang mana, pada tempat itu diduga ada penambangan liar oleh masyarakat.

‘’Yang saya lihat tadi, sebagian ada tenda-tenda biru sepertinya di situ, ada penambangan sebagian, tapi relatif kecil,’’ katanya.

Pemantaun juga dilakukan di sekitar lokasi lainnya, seperti di Desa Mangkung, yang luas lahannya sekitar 200 hektare dan Sambalia Sengkurik. Dari sejumlah lokasi survey juga ada ditemukannya sejak penebangan pohon liar. ‘’Cuma yang sudah dibangun ada yang sudah ditebangi,’’ ungkapnya.

Dikatakan, dari hasil survey tersebut, Pemerintah Daerah akan menyikapi dan mencari solusi terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan agar manfaat dari keberadaan HTI dapat dirasakan masyarakat luas. Diantara solusi terhadap persoalan tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar agar tidak merusak hutan dan memfasilitasi dengan bekerja sebagai karyawan di PT Sadhana.

‘’Nanti masyarakat akan di beri bantuan ternak, tapi ternaknya ternak kambing. Kemudian masyarakatnya akan dibina dan ditampung juga sebagai pekerja di PT Sadhana,’’ ujarnya.(shn/ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *