Polres Lotim Tetapkan Pemilik Pupuk jadi Tersangka

PUPUK: Penyidik Reskrim Polres Lotim sedang memeriksa pupuk bersubsidi yang diamankan karena diduga menimbun. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
PUPUK: Penyidik Reskrim Polres Lotim sedang memeriksa pupuk bersubsidi yang diamankan karena diduga menimbun. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
PUPUK: Penyidik Reskrim Polres Lotim sedang memeriksa pupuk bersubsidi yang diamankan karena diduga menimbun. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Setelah melalui pemeriksaan yang cukup panjang, akhirnya Misfan alias H Rosidi (47 tahun), warga Dusun Dasan Tinggang, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Lotim, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak sembilan ton lebih.

Seperti diketahui bahwa, penangkapan kasus dugaan penimbunan pupuk ini dilakukan oleh anggota Kodim 1615 Lotim, pada Kamis lalu (30/4), sekitar pukul 09.30 Wita. Kasus ini kemudian diserahkan ke Polres Lotim untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim, AKBP Heri Prihanto melalui Kasat Reskrim, AKP Kiki Firmasyah yang didampingi Kanit III, IPDA Hery Prihanto saat dikonfirmasi membenarkan bil;a pihaknya telah menetapkan pemilik gudang dan pupuk itu sebagai tersangka dalam dugaan penimbunan pupuk bersubsidi.

‘’Kami tetapkan sebagai tersangka pemilik gudang dan pupuk, sehingga kasusnya kami tingkatkan ke penyelidikan. Kami sudah memasangkan police line di TKP dan mengamankan satu karung pupuk sebagai barang bukti (BB),’’ kata Kiki Firmansyah kepada wartawan di kantornya, Sabtu (02/5).

Bila dilihat dari keterangan dan pemeriksaan tersangka yang dilakukan oleh penyidik, lanjut Kiki, pupuk itu dibeli dari berbagai macam tempat seperti Loteng dan Lotim untuk ditimbun. Nah saat pupuk langka, baru dijual kepada masyarakat dengan harga tinggi.

Pihaknya juga masih meminta keterangan saksi-saksi untuk dilakukan pengembangan penyelidikan, karena pupuk bersubsidi yang diamankan sebanyak 189 karung dengan jumlah Sembilan ton empat kwintal.

‘’Dalam kasus ini, pemilik pupuk dijerat Pasal 6 ayat 1 hurup B UU darurat No.77 tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan ekonomi jo Pasal 4 hurup a Perpu No.8 tahun 1962 tentang pengawasan barang dalam pengawasan dan Pepres 15 tahun 2011, dengan ancaman dua tahun penjara,’’ ungkapnya.

Disinggung terkait perkembangan kasus diamankannya pupuk di wilayah Sikur dengan pemiliknya, Jumenep, warga Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kiki menjelaskan, truk beserta pupuknya masih diamankan di Mapolres Lotim, termasuk meminta keterangan dari pemiliknya.

Karena menyangkut masalah ijinnya yang sudah kadaluarsa per April 2014 lalu, tapi sudah diperpanjang. Sehingga pihaknya akan mengarahkan ke pihak yang memproduksi pupuk itu, karena ijin itu dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian sesuai aturan yang ada.  ‘’Yang jelas, kalau memang bersalah dan tidak sesuai aturan yang ada, kami tetap akan proses,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.