Ketua Gerindra Lotim Kecewa dengan Ali BD

POSE: Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, M Syawaluddin pose bersama Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Wilgo Zaenar. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
POSE: Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, M Syawaluddin pose bersama Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Wilgo Zaenar. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
POSE: Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, M Syawaluddin pose bersama Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Wilgo Zaenar. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, M Syawaluddin menyatakan sangat kecewa terhadap Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan.

‘’Saya selaku ketua DPC Partai Gerindra Lotim sangat kecewa terhadap saudara Bupati Lotim yang tidak menghadiri undangan kami. Padahal, kami sangat mengharap kehadiran beliau pada acara ini,’’ kata Ketua DPC Partai Gerindra Lotim, M Syawaluddin dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Lotim di Selong, Rabu (06/5).

Syawaluddin mengatakan, hehadiran bupati Lotim dalam acara ini, akan menjadi sangat penting. ‘’Akan sangat indah jika saudara bupati hadir dalam acara ini, sebagai momentum untuk membangun sinergi politik khusus antara bupati selaku kepala pemerintahan di Lotim dengan Fraksi Gerindra di DPRD Lotim,’’ ungkap pria yang akrab disapa Aweng ini.

Jajaran Partai Gerindra Lotim, lanjut Aweng, sangat paham bahwa akhir-akhir ini ada sedikit riak-riak hubungan antara eksekutif dan legislatif di Lotim. Namun, Fraksi Gerindra memiliki komitmen ingin senantiasa membangun sinergi politik dengan eksekutif demi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Untuk itu, Aweng meminta kepada anggotanya yang duduk di Fraksi Gerindra DPRD Lotim, agar bisa memilah dan memilih sikap-sikap politiknya. Dalam artian, tidak mempertahankan egoisme politik dalam hal-hal menyangkut kepentingan rakyat.

H Wilgo Zaenar Usulkan Bentuk Kaukus NTB

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Wilgo Zaenar yang juga memberikan sambutan dalam acara tersebut mengatakan, Partai Gerindra NTB memiliki komitmen keberpihakan terhadap kepentingan rakyat NTB.

‘’Saya selaku salah satu wakil NTB di DPR RI menilai, masih banyak hal-hal yang memerlukan perhatian kita bersama di NTB ini. Namun demikian, tidak mungkin saya bisa berbuat sendiri tanpa kerjasama semua pihak, termasuk semua wakil dari NTB, baik yang duduk di DPR maupun DPD,’’ kata Wilgo.

Karena itu, Wilgo Zaenar mewacanakan akan membentuk Kaukus NTB, yakni kaukus antara semua anggota wakil rakyat NTB yang duduk di DPR dan DPD bersama gubernur NTB dengan maksud semua wakil NTB yang duduk di pusat dalam setiap saat duduk bersama dan berfikir bersama menyusun langkah-langkah dalam mengatasi berbagai persoalan di NTB ini.

Dalam maksud ini, Wilgo Zaenar dalam waktu dekat ini akan bersilaturrahmi ke Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi untuk membicarakan rencana pembentukan kaukus ini.

Salah satu masalah di NTB yang sangat menjadi atensi politisi Senayan ini, adalah angka pengangguran di NTB yang terus naik setiap tahunnya.

‘’Salah satu persoalan serius di NTB adalah angka pengangguran yang terus meningkat akibat masih minimnya ketersediaan lapangan kerja,’’ ungkapnya.

Pernyataan ketua DPD Partai Gerindra NTB ini sangat terbalik dengan data yang ekspose Badan Pusat Statistik (BPS) NTB beberapa hari lalu.

Dari data yang direlease BPS NTB melalui situs resmi BPS menyebutkan, angka pengangguran di NTB data Agustus 2014 sebesar 5,75 persen. Sedangkan hingga Februari 2015, turun menjadi 5,30 persen.

Lomboktoday.co.id menyempatkan diri mengkofirmasikan kepada Wilgo Zaenar terkait perbedaan penyampaian dalam sambutannya dengan data yang direlease BPS NTB.

Menurutnya, data yang disampaikan BPS NTB itu masih perlu dipertanyakan bagaimana menghitung penurunan angka pengangguran di NTB. ‘’Kita patut pertanyakan data yang disampaikan BPS NTB itu. Boleh-boleh saja BPS mengekspose data seperti itu, tapi kenyataan di lapangan dari hasil kunjungan saya ke semua kabupaten di NTB ini, sulitnya lapangan kerja menjadi keluhan di semua daerah. Wong saya keliling ke setiap daerah, di sana-sini pengangguran,’’ jelasnya.

Fakta yang paling disebut Wilgo Zaenar adalah kasus di Lombok Timur, dalam tahun 2015 ini tidak kurang dari 3.000 orang tenaga honor/job, terutama guru dan tenaga kesehatan yang dirumahkan oleh bupati Lotim. Belum lagi sebanyak 662 orang CPNS K2 yang gagal lantaran tak diakomudir oleh bupati. ‘’Tentu ini menambah daftar angka pengangguran di NTB,’’ pungkasnya.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.