Masalah K2, BKD Serahkan ke Bupati Lotim

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Badan Kepegawain Daerah dan Diklat Lombok Timur menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Lotim, HM Ali BD mengenai masalah kelanjutan tenaga Honda Kategori Dua (K2).

Karena, semua kewenangan ada di tangan bupati Lotim selaku pemegang kebijakan di Bumi bermotokan Patuh Karya itu.

‘’Mengenai masalah K2, kami serahkan kepada bupati Lotim. Karena kami hanya menjalankan saja yang menjadi keinginan pimpinan,’’ kata Sekretaris BKD dan Diklat Lotim, Hasanah Rachmawati kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (06/5).

Rachmawati mengakui, memang BKN pusat telah memberikan kelonggaran waktu untuk mengurus segala adminstrasi yang menyangkut mengenai masalah K2 Lotim sampai 30 April 2015 lalu. Terutama berkaitan dengan persoalan surat pertanggungjawaban mutlak yang harus ditandatangani oleh Bupati Lotim, HM Ali BD. Tapi, sampai batas waktu itu, pihaknya tidak bisa memenuhinya, mengingat hal itu merupakan kebijakan bupati untuk menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak atau tidak. Dan pihaknya selalu bawahan, hanya menjalankan perintah yang telah diberikan pimpinan.

‘’Masalah K2 itu kuncinya ada di tangan bupati Lotim. Karena, satu yang belum dilengkapi yakni surat pertanggungjawaban multak itu. Kami juga dikirimkan surat teguran mengenai masalah itu,’’ ungkapnya.

Lebih jauh Rachmawati menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk membantu masalah K2 ini agar cepat selesai. Meski dari BKN sudah memberikan tenggat waktu sampai 30 April 2015 lalu, tapi bukan berarti batas waktunya sudah habis.

‘’Doakan saja semoga ada kemudahan dalam mencarikan solusi terhadap penyelesaian kasus K2 Lotim. Kami tidak ada henti-hentinya untuk terus memperjuangkan masalah K2 ini agar cepat selesai,’’ ujarnya.

Sementara informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id, pengurus Forum Tenaga Honorer K2 Lotim, Rabu pagi (06/5), mendatangi pendopo bupati Lotim untuk bertemu bupati Lotim terkait masalah K2 Lotim yang sampai saat ini masih menggantung. Namun, sesampainya di pendopo, ajudan bupati Lotim meminta pengurus Forum Tenaga Honorer K2 Lotim untuk bertemu di kantor. Tapi setelah disusul ke kantor bupati Lotim, bupati Lotim tidak berada di tempat.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.