Bupati Kukuhkan Pengurus FKKD Lotim

DIKUKUHKAN: Bupati Lotim, HM Ali BD saat mengukuhkan pengurus FKKD periode 2015-2018. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
DIKUKUHKAN: Bupati Lotim, HM Ali BD saat mengukuhkan pengurus FKKD periode 2015-2018. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Kepengurusan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Lombok Timur hasil Musda V periode 2015-2018, di bawah kepemimpinan Lalu Muhir, Kepala Desa Bagik Payung, yang terpilih sebagai ketua dan Khairul Ihsan, Kepala Desa Masbagik Utara, sebagai sekretaris dan beberapa kepala desa lainnya yang masuk dalam jajaran kepengurusan, dikukuhkan Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan, di pendopo bupati Lotim, Senin (18/5).

Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan dalam sambutannya berharap kepada pengurusan FKKD yang baru, hendaknya betul-betul dapat berguna bagi masyarakat, bukan bagi forum itu sendiri.

‘’Keberadaan FKKD ini sebagai wadah penyampai aspirasi masyarakat desa kepada pemerintah daerah atau stake holders lain, dan bukan untuk forum itu sendiri,’’ kata Ali BD di hadapan para camat dan kepala desa yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut.

Apalagi sekarang ini, menurut Ali BD, anggaran dana desa (ADD) cukup besar mencapai Rp116 miliar lebih. ‘’Harapan kedepan, bagaimana ADD itu bisa mencapai Rp1 triliun,’’ ungkapnya.

Bahkan, tahun ini Pemkab Lotim telah membuat Perbup terkait pekerjaan jalan desa, yang pengerjaannya diserahkan ke desa langsung secara suakelola. Proyek jalan diserahkan pengerjaan ke desa dengan harapan hasilnya lebih bagus dan lebih banyak dari anggaran yang ada.

Pekerjaan jalan yang direncanakan oleh Dinas PU senilai Rp500 juta untuk 1 km, itu dinilai terlalu besar, sehingga pengelolaannya diserahkan ke desa dengan suakelola.

‘’Kalau Dinas PU yang membuat anggaran besar itu hanya melihat kota sentris, bukan melihat kemajuan desa. Karena, kalau pengerjaan secara suakelola, maka masyarakat akan makin senang, lantaran jalan yang dimiliki makin banyak,’’ jelasnya.

Pengerjaan suakelola dimaksudkan, selain memberdayakan desa, juga untuk menumbuhkankembangkan serta membangkitkan budaya gotong royong.

‘’Dalam kegiatan pengukuhan pengurus FKKD ini, saya sengaja menghadirkan petugas pajak. Karena, sekarang ini dana yang dikirim ke desa itu cukup besar,’’ ujarnya sembari berharap kepada desa untuk tidak lupa membayar pajak sesuai aturan yang ada.

Sebab, bila desa tidak membayar pajak terhadap dana yang telah diterima, maka nanti tidak ada lagi dana yang akan dikirim ke Lotim, mengingat dana yang diterima oleh desa itu, sebagian besar dari hasil pembayaran pajak.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *