Dikes Loteng-Forum Ambulance Loteng Teken MoU

2 minutes reading
Wednesday, 20 May 2015 20:00 0 388 Editor
TEKEN MoU: Bupati Loteng, HM Suhaili FT didampingi Wabup Loteng, HL Normal Suzana dan Kadikes Loteng, dr Nurhandini Eka Dewi saat menandatangani MoU dengan Forum Ambulance Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

TEKEN MoU: Bupati Loteng, HM Suhaili FT didampingi Wabup Loteng, HL Normal Suzana dan Kadikes Loteng, dr Nurhandini Eka Dewi saat menandatangani MoU dengan Forum Ambulance Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Kesehatan Loteng melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan sejumlah lembaga pelayan Ambulance yang tergabung dalam Forum Ambulance Loteng.

Diantaranya; Yayasan Abror, Bank Mandiri Syariah, Rumah Sakit Yatofa, DASI NTB, Yayasan Nurul Hilmi, dan Yayasan Sangkawira.

Penandatanganan MoU itu, dilakukan oleh Bupati Loteng, HM Suhaili FT didampingi Wabup Loteng, HL Normal Suzana dan Kepala Dikes Loteng, dr Nurhandini Eka Dewi di halaman kantor bupati Loteng usai upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-107 tahun 2015, Rabu (20/5).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Loteng, dr Nurhandini Eka Dewi yang dikonfirmasi terkait penandatanganan MoU dengan sejumlah lembaga pelayan Ambulance mengatakan, penandatanganan MoU ini dilakukan berdasarkan pertanyaan dari masyarakat yang selama ini mempertanyakan proses penggunaan atas keberadaan Ambulance yang dikelola oleh sejumlah lembaga pelayan Ambulance tersebut.

Itu sebabnya, dengan MoU tersebut, setidaknya akan memudahkan masyarakat dalam melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah lembaga pelayan Ambulance, apabila masyarakat hendak akan menggunakannya.

Karena dalam penggunaan Ambulance dari Yayasan tersebut, masyarakat tidak dibebankan biaya (gratis). Dengan begitu, masyarakat akan merasa terbantu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

‘’Kerjasama ini akan dilakukan dalam satu tahun dulu, dan kita akan evaluasi kedepannya, karena tidak ada pembiayaan dari pemerintah untuk operasionalnya,’’ ungkapnya.

Bila dibandingkan dengan jumlah Ambulance yang ada di masing-masing Puskesmas sebanyak satu unit, menurut dr Eka, keberadaan Ambulance dari lembaga yayasan ini akan sangat membantu masyarakat. ‘’Nanti akan ada nomor telepon yang bisa dihubungi oleh masyarakat bila membutuhkan Ambulance,’’ ujarnya.(ROS)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA