Dispertanak-Tim Terpadu Belum Berencana Operasi Pupuk

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Lombok Timur bersama tim terpadu yang terdiri dari kepoloisian, kejaksaan, TNI, dan Satpol PP, hingga saat ini belum berencana untuk melakukan operasi (razia) pupuk kepada para pengusaha atau pengecer yang diduga melakukan penimbunan pupuk bersubsidi dan menjual di atas HET.

‘’Kami belum melakukan razia atau operasi itu, tidak lain karena masalah anggaran saja. Karena untuk turun, apalagi melibatkan tim terpadu, tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,’’ kata Kepala Dinas Pertanak Lotim, M Zaini didampingi Kabid Perlintan Dispertanak Lotim, HM Abadi kepada wartawan di ruang tunggu Wabup Lotim, Senin (25/5).

Karena itu, pihaknya mengusulkan anggaran dan sampai saat ini masih menunggu pencairan terlebih dahulu. Setelah itu baru akan turun bersama tim terpadu untuk melihat kondisi di lapangan terkait masalah pupuk yang seringkali mendapat keluhan dari para petani.  ‘’Saat ini, kami memang selalu mendapat laporan masalah kelangkaan pupuk di kalangan petani,’’ ungkapnya.

Zaini mengapresiasi atas kinerja dan prestasi yang dilakukan oleh TNI bersama Polri, terutama dalam mengungkap dugaan penimbunan pupuk yang dilakukan oleh pengusaha maupun pengecer dan masyarakat yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, dengan menjual di atas HET. Dan apa yang dilakukan oknum tersebut, dinilai telah melanggar ketentuan yang berlaku.

‘’Kalau ada oknum yang bermain-bermain, kami minta kepada penegak hukum untuk langsung menindak tegas untuk memberikan efek jera kepada yang lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang sama,’’ ujarnya sembari menyebutkan bahwa pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan dan dinas/instansi terkait masuk dalam Tim Komisi Pengawasan pupuk bersubsidi bersama 10 kecamatan lainnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.