PMII Loteng Desak PLN Musnahkan Mafia KWH

DEMO: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Loteng melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PLN Rayon Praya, Senin (25/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Loteng melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PLN Rayon Praya, Senin (25/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Loteng melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PLN Rayon Praya, Senin (25/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam  Indonesia (PMII) Cabang Lombok Tengah, mendatangi kantor PLN Rayon Praya, Senin (25/5), sekitar pukul 10.0 Wita.

Aksi itu dilakukan tak lain untuk mendesak pihak PLN agar menindak tegas oknum yang menjadi mafia KWH, yang telah merugikan masyarakat banyak, khususnya di wilayah Loteng. Pasalnya, banyak permasalahan yang terjadi, seperti pencabutan KWH di masyarakat oleh PLN, dengan alasan mereka bukan atas nama yang dikeluarkan dalam catatan PLN.

Dengan permasalahan seperti ini, tentu masyarakat menjadi korban oleh ulah oknum mafia KWH, baik itu yang ada di internal PLN maupun CV (oknum calo). Dimana, oknum mafia KWH ini diduga menipu masyarakat dengan memberikan dan memasang KWH yang bukan atas nama yang bersangkutan.

‘’Tapi, sekarang kok seenaknya PLN mau mencabut KWH itu,’’ kata Ketua PMII Cabang Loteng, Muhali, saat berorasi di depan kantor PLN Rayon Praya, Senin (25/5).

Itu sebabnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Loteng ini menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang menjadi korban oknum mafia KWH, khususnya yang terjadi di wilayah Loteng.

‘’Kami atas masyarakat Loteng mendesak PLN agar menindak tegas dan mengusut tuntas keberadaan oknum mafia KWH yang ada di tubuh PLN Praya maupun di luarnya. Selain itu, kami juga menuntut agar PLN memutuskan hubungan kerja dengan pihak luar seperti CV, calo, dan pihak lainnya yang terbukti terlibat dalam mafia KWH tersebut,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu, PMII juga meminta PLN bertanggungjawab kepada masyarakat yang telah dicabut KWH-nya dengan mengganti rugi serta memasang kembali KWH mereka. Karena, masyarakat juga sangat membutuh lisrik, lebih-lebih sebentar lagi bulan Puasa akan segera tiba.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Praya, HL Muliadi mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk membuat perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jika memang ada data oknum pegawainya maupun pihak lain yang bermain dalam mafia KWH ini, dirinya mengajak untuk bersama-sama melaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak tegas.

‘’Kalau terbukti ada pegawai kami yang terlibat, pasti kami akan tindak tegas. Begitupun dengan pihak CV, kalau ada yang berani bermain-main, pasti kami akan memutuskan kerjasama untuk selam-lamanya,’’ katanya.

Terkait ganti rugi kepada masyarakat yang dicabut KWH-nya, itu akan dilihat fakta hukumnya terlebih dahulu. Sebab, dalam menyelesaikan masalah, pihaknya selalu mengacu pada aturan yang ada.

‘’Jika memang masyarakat tidak terima dengan pemasangan KWH itu, minta tolong dilaporkan ke kami biar tidak ada persamasalahan dan tidak ada yang merasa dirugikan. Pada intinya, kami tetap berkomitmen untuk menghapus oknum mafia KWH itu,’’ ungkapnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.