DPRD Kota Payakumbuh Penasaran dengan Lotim

3 minutes reading
Wednesday, 27 May 2015 17:04 0 520 Editor
KUNKER: Rombongan DPRD Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, saat kunker ke Lombok Timur. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

KUNKER: Rombongan DPRD Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, saat kunker ke Lombok Timur. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Setelah sepekan lalu DPRD Padang Pariaman, Sumatera Barat, berkunjung ke Kabupaten Lombok Timur, kini giliran Komisi B dan C DPRD Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, melakukan lawatan kerja ke Bumi Patuh Karya.

Seperti penerimaan DPRD Padang Pariaman pekan lalu, rombongan DPRD Kota Payakumbuh juga diterima di aula Dinas Dikpora Lotim, pada Rabu (27/5), dan terima oleh semua pimpinan SKPD dan tak lupa hadir pula pimpinan Komisi 2 dan 3 DPRD Lombok Timur.

Pimpinan rombongan DPRD Kota Payakumbuh, M Suparman yang juga Wakil Ketua DPRD setempat, selain memperkenalkan rombongan yang dipimpinnya, juga memaparkan maksud dan tujuannya melakukan kunjungan kerja ke kabupaten penghasil batu apung ini.

Menurut politisi PKS Kota Payakumbuh itu, memilih Lombok Timur sebagai lokasi kunkernya dengan alasan, selain silaturahmi antar daerah untuk memperkukuh NKRI, juga mereka mengaku cukup penasaran dengan gaung Lotim hingga ke Sumatera Barat dan ingin mempelajari keberhasilan Lombok Timur dalam beberapa hal. Diantaranya, sistem pengelolaan keuangan daerah, termasuk tata kelola retribusi daerah, pariwisata, sistem penyaluran ADD dan tata kelola IMB.

Satu per satu pimpinan SKPD Lotim yang terkait memaparkan secara komprehensip beberapa hal yang menjadi strategi atau sistem tata kelola semua yang dipertanyakan oleh rombongan. Salah satu point yang dijelaskan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Lotim adalah dalam pengelolaan keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah diatur dengan sistem satu pintu yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Lombok Timur No.1 tahun 2014 sebagai payung hukumnya.

Sementara itu, Pimpinan Komisi III DPRD Lotim, R Rahardiyan Soejono memaparkan beberapa point terkait kebijakan dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang salah satunya adalah pengelolaan sumber retribusi daerah.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pihak DPRD Lotim sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam tata kelola keuangan daerah, termasuk upaya peningkatan PAD melalui pengelolaan retribusi daerah.

Dalam kaitan itu, lanjut Rahardiyan, DPRD Lotim dalam tahun 2015 ini telah menetapkan 3 (tiga) buah Peraturan Daerah (Perda). Diantaranya, (1) Perda tentang Tata Cara Tuntutan Ganti-rugi Kerugian Daerah, (2) Perda tentang Penyelenggaraan dan Pencatatan Kependudukan sebagai perubahan peraturan daerah No.8 tahun 2011, dan (3) Perda tentang Retribusi Jasa Umum, sebagai perubahan peraturan daerah No.11 tahun 2011.

Selain itu, kata Wakil Rakyat Dapil 2 Lotim ini, DPRD Lotim sangat mendukung kebijakan eksekutif dalam upaya peningkatan retribusi daerah yakni melalui pengembangan pasar.

‘’Dalam kurun waktu tahun anggaran 2014/2015 ini, Lotim tengah membangun tiga buah pasar modern yakni pasar Keruak, Pasar Terara dan Pasar Tanjung Teros. Setelah beberapa tahun silam juga telah berhasil mengembangkan tiga pasar modern yakni Pasar Pancor, Pasar Masbagik dan Pasar Aikmel,’’ kata Rahardiyan.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kota Payakumbuh yang ditemui Lomboktoday.co.id sembari rehat di luar aula mengaku sangat terkesan dengan pemaparan pihak Pemkab dan dari DPRD Lotim.

‘’Kami sangat terkesan dengan pemaparan pihak Pemkab dan DPRD Lotim, tentu apa yang dipaparkan itu layak kami tiru di Kota Payakumbuh sebagai daerah kota yang belum lama berdiri,’’ ucapnya.(Kml)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA