NTB Akan Konversi PLTU Jadi PLTG

Perwakilan PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL), Gembong Primadjaja beserta rekan saat bertemu dengan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, di ruang kerja gubernur, Senin (01/6).
Perwakilan PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL), Gembong Primadjaja beserta rekan saat bertemu dengan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, di ruang kerja gubernur, Senin (01/6).
Perwakilan PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL), Gembong Primadjaja beserta rekan saat bertemu dengan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, di ruang kerja gubernur, Senin (01/6).

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Perwakilan PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH M Zainul Majdi, di ruang kerjanya, Senin (01/6).

PT PEL diwakili oleh Gembong Primadjaja beserta rekan, menyampaikan bahwa mereka siap membantu untuk mengatasi masalah pasokan listrik di NTB.

Pertemuan itu diikuti oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Muhammad Husni, dan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, Direktur Utama PT DMB (Daerah Maju Bersaing), Andy Hadianto.

Gembong Primadjaja memaparkan, penggunaan listrik di NTB cukup besar bila dibandingkan dengan rata-rata nasional, yaitu sebesar 15 persen. Saat ini, PLN memiliki keterbatasan dalam pemenuhan listrik di NTB. Diharapkan dengan adanya konversi atau perubahan PLTU yang bersumber pada batu bara, beralih ke PLTG yang menggunakan bahan bakar gas, dapat mencukupi pasokan di daerah NTB.

Seperti diketahui, PLTU menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya, karena pengeluaran untuk batu bara lebih murah 30 persen dibandingkan dengan bahan bakar lain, namun merupakan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Jika PLTU tetap dilaksanakan di NTB, maka dapat mengancam lingkungan apalagi NTB saat ini sedang menggalakkan sektor pariwisata. Tentu lingkungan yang bersih dan asri menjadi nilai jualnya.

‘’Kita bisa mengambil contoh kasus Provinsi Bali yang sudah tidak menggunakan PLTU dan beralih ke PLTG, dapat menghemat dana untuk membeli bahan bakar sampai Rp8 triliun,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Gembong mengatakan, bahwa LNG yang dipakai memiliki suhu -162 °C, pelepasan kalori tersebut bisa dimanfaatkan untuk segala hal, seperti pembuatan es batu. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu saja dibutuhkan suatu tempat untuk menyimpan cadangan (storage) LNG dalam jumlah besar. Dalam hal ini Global Hub menurut Gembong dapat menjadi salah satu alternatif lokasi yang ideal untuk membangun storage tersebut, mengingat lokasinya yang strategis.

‘’Dengan adanya Global Hub ini nantinya kita bisa menciptakan trading market LNG. Jadi, siapa yang membutuhkan LNG bisa membeli di Global Hub,’’ ujarnya.

Selain itu, Global Hub tidak hanya menjadi lokasi peti kemas, pengolahan barang setengah jadi tetapi juga bisa dijadikan sebagai lokasi penyedia energi.

Menanggapi pernyataan dari PT Pelindo itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi memberi apresiasi yang positif terkait rencana pelaksanaan proyek konversi PLTU menjadi PLTG. ‘’Nanti PT Pelindo Energi bisa bekerjasama dengan PT DMB,’’ katanya.

Diharapkannya, proyek ini dapat berjalan lebih efisien, dan dapat menjawab permasalahan kelistrikan di NTB.  Mengakhiri pertemuan itu, orang nomor satu di NTB ini berharap proyek tersebut segera di follow up dan dalam waktu tiga minggu kedepan bisa menjalin MoU dengan PLN. ‘’Kesiapan tidak ada masalah, karena investor sudah ada. Jadi, keinginan untuk menciptakan Green Eco Tourism bisa kita capai,’’ ungkapnya.(lia/ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.